Kronologi Siswi Penerbangan di Medan Tewas dengan Luka Memar Mirip Cekikan
·waktu baca 2 menit

Siswi penerbangan di Sumatera Flight di Kota Medan bernama Ade Nurul Fadilah (19 tahun) meninggal pada Selasa (1/10) kemarin.
Kuasa Hukum keluarga Ade, Thomy Faisal, menyebut keluarga menduga kematian Ade tak wajar. Sebab, terjadi secara mendadak.
Berikut kronologi versi pihak keluarga:
Selasa (1/10)
Pukul 20.19 WIB
Ade menghubungi kakaknya, Putri Ardiyanti, dengan video call namun tidak diangkat.
Pukul 20.20 WIB
Ade mengirimkan video soal kondisinya ke teman laki-lakinya. Namun, tak dirinci isi video tersebut.
Pukul 20.45 WIB
Putri menelepon balik Ade, namun tidak diangkat.
Pukul 20.49 WIB
Teman laki-laki Ade menghubungi Ade, namun tidak direspons.
Pukul 22.45 WIB
Admin Sumatera Flight menghubungi kakak Ade, Tri Luvita, mengabarkan bahwa Ade sakit dan dibawa ke RS USU.
Admin mengarahkan Tri untuk menghubungi penjaga asrama, Suryani.
Pukul 22.50 WIB
Tri menghubungi Suryani tapi tak direspons.
Pukul 22.52 WIB
Suryani menghubungi Tri dan mengabarkan Ade masuk RS USU.
Pukul 23.00 WIB
Suryani menghubungi Tri bahwa Ade meninggal
Rabu (2/10)
Pukul 00.40 WIB
Putri beserta keluarga berangkat ke RS. Di sana keluarga menanyakan penyebab matinya korban, namun pihak RS menyebut belum sempat memberikan penanganan.
Pukul 05.00 WIB
Jasad Ade tiba di Kota Kisaran. Keluarga mengaku menemukan sejumlah memar.
Pukul 13.00 WIB
Jasad Ade dimandikan dan disemayamkan. Keluarga curiga terhadap memar yang ada di tubuh korban.
Atas kejadian ini, keluarga Ade melapor ke Polda Sumut atas dugaan penganiayaan yang terjadi di asrama.
Laporan itu bernomor LP STTLP/B/1507/X/2024/SPKT/Polda Sumut.
Terkait laporan ini, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Sonny Siregar menuturkan pihaknya akan mengecek laporan tersebut.
“Segera kami cek,” kata Sonny saat dikonfirmasi.
Sementara, Kuasa Hukum Sumatera Flight Center Hendra Manatar Sihaloho menuturkan pihaknya bersedia memberikan keterangan dan kooperatif terhadap laporan tersebut.
“Kami siap menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian dan kita kooperatif kok, siapa saja nanti temen-temennya (korban di asrama) nanti juga kita hadirkan,” kata Hendra saat dihubungi terpisah.
