Kronologi Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang: 127 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
26
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).  Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suporter Arema FC memasuki lapangan setelah tim yang didukungnya kalah dari Persebaya dalam pertandingan sepak bola BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Tragedi terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang. Ratusan suporter tewas akibat kericuhan usai pertandingan antara Arema vs Persebaya. Dalam pertandingan itu, Persebaya keluar sebagai pemenang.

Suporter mulai memasuki lapangan usai peluit akhir pertandingan ditiup wasit. Jumlahnya ratusan dan tak terbendung.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi pun akhirnya menembakkan gas air mata. Terlihat asap pekat membubung di dalam stadion, termasuk di arah tribun penonton.

Berikut kronologi peristiwa tersebut yang dirangkum kumparan, Minggu (2/10):

Penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Sabtu 1 Oktober

  • Pukul 20.00 WIB

Pertandingan antara Arema vs Persebaya dimulai. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk Persebaya. Gol-gol Arema FC dicetak oleh Abel Issa Camara (42' dan 45+2'). Sementara, gol Persebaya dibukukan oleh Silvio Rodrigues Pereira Junior (8'), Leonardo Silva Lelis (33') serta Sho Yamamoto (52').

  • Pukul 22.00 WIB

Setelah peluit akhir dibunyikan wasit, ratusan suporter Aremania membanjiri lapangan. Mereka terlihat membawa berbagai atribut seperti bendera dan banner. Kontak antara suporter dengan pihak pengamanan pun tak terelakkan.

Pemain Persebaya langsung lari menuju ruang ganti. Mereka pun langsung digiring ke kendaraan taktis untuk pengamanan keluar stadion.

Sementara, sejumlah suporter mulai berbuat anarkis di dalam lapangan. Polisi pun kemudian melakukan pengamanan.

"Rasa kekecewaan itulah yang menyebabkan penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari staf official, untuk menanyakan atau melampiaskan," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta kepada wartawan.

"Oleh karena itu, pengamanan melakukan upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan dan mengejar para pemain," sambung dia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter yang anarkis.

  • Rentang Pukul 22.00-24.00 WIB

Sejumlah suporter makin beringas. Sejumlah kendaraan taktis milik Kepolisian di luar stadion dibakar. Begitu juga beberapa mobil yang ada di dalam stadion.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Minggu 2 Oktober

  • Sekitar pukul 04.00 WIB

Pihak kepolisian menggelar konferensi pers soal peristiwa tersebut. Nico Afinta mengatakan, 127 orang tewas dalam peristiwa tersebut. 2 di antaranya merupakan anggota Kepolisian. Sementara 180 orang lainnya terluka dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.