Kronologi Warga Baduy Repan Dibegal dan Ditolak RS di Kawasan Cempaka Putih
ยทwaktu baca 2 menit

Warga Baduy Dalam, Repan, menjadi korban begal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ketika sedang berjualan madu. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta.
Berikut ini kronologi kejadian itu:
Minggu, 26 Oktober 2025
Pukul 04.15 WIB
Repan yang sedang berjalan kaki di sisi jalan hendak menuju ke Rawasari untuk berjualan madu didatangi oleh empat begal yang menggunakan dua motor. Tanpa banyak basa-basi, para pelaku langsung mengambil tas berisi botol madu, ponsel, dan uang tunai.
Repan sempat melakukan perlawanan kepada para pelaku begal. Tapi, salah seorang begal yang belum diketahui identitasnya mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan mengenai tangan kiri Repan. Setelah itu, para pelaku langsung kabur.
Usai kejadian, Repan sempat mendatangi sebuah rumah sakit yang ada di kawasan Cempaka Putih. Akan tetapi, Repan ditolak dengan alasan tak mempunyai identitas berupa KTP. Repan juga masih di bawah umur. Repan hanya dilayani di luar rumah sakit dan lukanya langsung diperban tanpa dijahit.
Repan lalu memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan berjalan kaki menuju ke rumah pelanggan madunya yang bernama Johan Chandra atau dikenal Nello yang ada di kawasan Tanjung Duren.
Pukul 08.30 WIB
Repan tiba di rumah Nello dengan diantarkan oleh sekuriti kompleks. Ketika itu, Nello melihat kondisi Repan yang kebingungan dan meringis kesakitan pada bagian tangan kirinya. Repan pun meminta kepada Nello untuk menghubungi keluarganya di Baduy.
Nello sempat berupaya untuk menghubungi kenalannya di Baduy tapi tak direspons. Dia akhirnya memutuskan untuk membawa Repan ke klinik yang ada di dekat rumahnya. Di sana, perban yang melilit tangan kiri Repan dibuka dan darah keluar deras.
Pihak klinik menyerah menangani Repan. Repan lalu dirujuk ke RS Ukrida. Di sana, Repan langsung ditangani dan mendapat 10 jahitan di tangan kirinya. Kondisinya, kini berangsur membaik.
Minggu, 2 November 2025
Kasus pembegalan yang dialami oleh Repan sudah dilaporkan ke Polsek Cempaka Putih dan teregister dengan nomor LP/B/83/XI/2025/SPKT/POLSEK CEMPAKA PUTIH/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Kini, polisi masih melakukan proses penyelidikan atas kasus itu dengan memintai keterangan dari Repan dan memeriksa CCTV.
"Saksi korban, kita telusuri CCTV di sepanjang jalan. Masih proses lidik," kata Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Mulyadi, kepada wartawan pada Selasa (4/11).
