Kru ANTV Jadi Korban Pemukulan Oknum TNI di Polsek Ciracas: Lu Polisi Bukan?

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat menjenguk korban kerusuhan Polsek Ciracas. Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal Andika Perkasa dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat menjenguk korban kerusuhan Polsek Ciracas. Foto: Dok. Polri

Salah satu kru media televisi ANTV turut menjadi korban serangan oknum anggota TNI di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (29/8). Akibatnya ia mengalami luka-luka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, saat itu Kru ANTV sedang berada tak jauh di lokasi. Dia sempat ditanyain oleh seseorang apakah anggota Polri atau bukan.

"Pertama kan ditanya 'lu polisi bukan?', ditanya gitu tiga kali baru dipukuli. Kaca mobilnya belakangnya pecah," ucap Yusri kepada wartawan di Tangerang, Selasa (1/9).

Menurut Yusri, Kru ANTV itu kini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Dia bahkan sempat terkena airsoft gun di bagian kupingnya.

"Masih di RSPAD. Bukan luka tembak, dipukuli aja, yang ANTV itu pakai airsoft gun sama dipukuli, kena di kuping," jelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menunjukkan contoh salah satu masker tak punya izin menkes. Foto: Mirsan/kumparan

Kasus penyerangan Polsek Ciracas rupanya bermula dari kabar bohong yang disampaikan seorang prajurit TNI, Prada Muharman Ilham, kepada rekan dan seniornya.

KSAD Jenderal Andika Perkasa menegaskan, akan ada hukuman tambahan bagi anggota TNI AD yang terbukti terlibat dalam penyerangan Polsek Ciracas.

"Untuk hukuman, kami ada tambahan hukuman, yakni pemecatan dari dinas militer," ujar Andika saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Minggu (30/8).

Andika Perkasa tidak peduli apa pun peran mereka dalam rangkaian perusakan hingga ke pembakaran Polsek Ciracas. Bila memang terlibat akan ada dipecat dari TNI AD.