KSAD Bakal Evaluasi SOP Ajudan Pejabat Imbas Mayor Teddy Hadiri Debat Pilpres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan) dan Capres nomor urut dua Prabowo Subianto beradu gagasan dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan) dan Capres nomor urut dua Prabowo Subianto beradu gagasan dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Mayor Teddy Indra Wijaya ramai menuai sorotan masyarakat. Pemicunya, akibat ia hadir dalam debat Pilpres 2024 pada Selasa (12/12) malam di Gedung KPU RI, Menteng.

Kadispen TNI AD Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan, hadirnya Mayor Teddy yang merupakan ajudan Menhan Prabowo Subianto ini tidak mewakili institusi TNI maupun TNI AD.

"Kehadiran Mayor Teddy di acara itu murni dalam kapasitasnya selaku Ajudan Menhan, bukan dalam rangka mendukung paslon tertentu serta tidak mewakili institusi TNI atau TNI AD," kata Kristomei kepada wartawan, Senin (18/12).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berjalan untuk mengikuti upacara serah terima jabatan dari KSAD lama ke pejabat baru di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta, Jumat (1/12/2023). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Meski begitu, Kristomei mengatakan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak bakal mengevaluasi SOP (standar operasi prosedur) para ajudan atau pengawal menteri/pejabat dari unsur TNI AD. Hal itu agar tidak memicu opini liar di masyarakat.

"Sesuai petunjuk Bapak KSAD, akan kita evaluasi dan buat aturan teknis, petunjuk teknis yang lebih detail bagi prajurit-prajurit yang saat ini bertugas sebagai ajudan, pengawal, dan sebagainya mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam melaksanakan tugasnya selama proses Pemilu," jelas Kristomei.

"Jika memang ditemukan adanya pelanggaran, akan kita tegur, dan proses sesuai aturan, hukum dan perundangan yang berlaku," tambah dia.

Lebih jauh, Kristomei mengatakan TNI AD menyampaikan terima kasih atas kritik yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan TNI AD netral di Pemilu 2024.

"Kami berterima kasih atas koreksi dan masukan yang ada sebagai bahan evaluasi. TNI AD akan selalu memegang teguh komitmen netralitas sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang," tutup dia.