KSAD: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak datangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak datangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, merespons kritik soal pelibatan TNI dalam penanganan aksi begal. Menurutnya, TNI tak secara langsung menangani kejahatan begal.

Maruli menjelaskan, kehadiran TNI hanya untuk mencegah terjadinya kejahatan. Sebab, ia mengeklaim, pelaku kejahatan takut dengan tentara.

“Siapa yang mengurus begal? Enggak ada yang mengurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin. Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, melihat tentara, enggak jadi. Seperti itu,” kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Maruli juga menjelaskan bahwa keterlibatan TNI di ranah sipil lebih banyak difokuskan pada daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh kementerian, khususnya kawasan 3T.

“Kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian. Misalnya daerah 3T di pulau-pulau, ya. Karena nilai proyeknya enggak besar, tapi pekerjaannya perlu transportasi yang luar biasa,” ujarnya.

Ia mencontohkan, TNI akan membantu pengerjaan proyek di wilayah terpencil yang sulit dikerjakan pihak lain karena keterbatasan akses.

“Nilai proyek, misalnya Rp 200 juta, pekerjaannya di pulau Nias, gitu. Mungkin sulit mencari apa yang mendapatkan proyeknya, ya coba kita bantu. Jadi, bukannya proyek itu diambil duluan baru kita milih, enggak. Yang tidak bisa dilakukan, baru kita lakukan,” kata Maruli.

TNI Terjunkan Batalyon Tempur untuk Berantas Begal

Seorang prajurit Indonesia dari batalyon infanteri Raider 112 mengikuti latihan perang anti gerilya di hutan Darul Kamal, provinsi Aceh pada 19 September 2023. Foto: CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP

Sebelumnya, Kodam Jaya menyatakan akan terus mendukung upaya Polda Metro Jaya dalam memberantas aksi kejahatan jalanan, termasuk maraknya begal di Jakarta. Prajurit dari Batalyon Tempur akan dikerahkan untuk membantu.

Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan, selama ini patroli gabungan antara TNI dan Polri telah berjalan dari level bawah hingga tingkat wilayah.

“Kami dari Kodam Jaya ingin menegaskan komitmen kami akan terus mendukung tugas-tugas dari Polda Metro Jaya berkaitan dengan keamanan wilayah, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Noor Iskak dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

Ia menjelaskan, patroli gabungan tersebut melibatkan unsur kewilayahan mulai dari Koramil dan Kodim di jajaran TNI, serta Polsek hingga Polres di jajaran kepolisian.

Tak hanya personel kewilayahan, Kodam Jaya juga menerjunkan batalyon tempur untuk menambah kekuatan patroli di lapangan.

“Satuan-satuan yang kami libatkan selain dari satuan wilayah, Koramil, Kodim, kami juga melibatkan satuan Batalyon Tempur untuk mem-backup dan menambah personel kegiatan patroli,” ujarnya.

Menurut Noor, pelibatan personel tambahan itu dilakukan sebagai bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran aparat di tengah masyarakat.