KSAD soal Bangun Jembatan di Sumatera: Kita Swadaya, Belum Ngerti Keuangannya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepas keberangkatan yang membawa bantuan kemanusiaan TNI AD untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: TNI AD
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melepas keberangkatan yang membawa bantuan kemanusiaan TNI AD untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengaku tak mengerti soal sistem keuangan untuk melakukan pembangunan jembatan di daerah terdampak bencana Sumatera.

Maruli mengatakan, selama ini, pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya.

"Bahwa sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua ini," kata Maruli dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana bersama DPR dan pemerintah di Aceh, Selasa (30/12).

Rakor ini dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Syamsurijal dan Saan Mustopa.

Selain pimpinan DPR, turut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Dirut Telkomsel dan PLN.

Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi satuan tugas (Satgas) pemulihan pascabencana Sumatera dengan kementerian dan kepala daerah pada Selasa (30/12/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Maruli menjelaskan, sejauh ini, TNI sudah ada 22 jembatan bailey di seluruh daerah terdampak. Ada pula 14 jembatan bailey lainnya yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, juga ada 39 jembatan armco dari TNI di Aceh.

Dia mengatakan, kemampuan pembangunan jembatan secara swadaya ini diperkirakan hanya mampu hingga pertengahan Januari 2026 mendatang.

"Ya, sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat, Pak. Setelah itu ya sudah korek-korek, Pak. Ya mungkin kami keterbatasan pengetahuan prosedur mungkin Pak sebetulnya," beber Maruli.

"Kita dulu ini cuma dikasih uang kerja, Pak. Ini juga dengan PU, Pak, cuma PU ini kerjakan, ini makannya, itu aja Pak. Jadi anak-anak dikasih makan aja. Itu kalau buat tentara sudah bagus sekali Pak, nggak ada yang komplain. Sudah bagus Pak," sambung dia.

Pekerja membenahi peralatan usai membangun jembatan darurat bailey Krueng Tingkeum di Kuta Blang, Bireuen, Aceh, Sabtu (27/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Warga mengangkat sepeda motor saat menyeberangi sungai wilayah Tenge Besi, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Khalis Surry
Prajurit TNI membantu warga saat melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO