KSAL: Pesawat Latih yang Jatuh Tak Ada Black Box, Kita Secepatnya Investigasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan keterangan pers terkait Pesawat Bonanza TNI AL yang ditemukan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan keterangan pers terkait Pesawat Bonanza TNI AL yang ditemukan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Pesawat latih TNI AL G-36 Bonanza T-2503 yang jatuh di Selat Madura telah ditemukan beserta dua pilotnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana Yudo Margono mengatakan pesawat Bonanza tersebut tidak memiliki black box.

"Jadi pesawat tempur ini tidak ada black box-nya," kata Yudo dalam jumpa pers, Kamis (8/9).

Lalu bagaimana cara TNI AL menginvestigasi bila tak ada blackbox di pesawat itu?

Yudo mengatakan, Puspenerbal dan Irjenal punya data lengkap terkait pesawat ini. Tentu TNI AL akan melibatkan berbagai ahli untuk mengungkap kasus ini.

“Kita pasti secepatnya (investigasi) jangan sampai tertunda lama," terangnya.

Yudo menambahkan, secara keseluruhan ada 7 pesawat jenis Bonanza yang dimiliki oleh TNI.

"Kita punya 7," ujar dia.

Bonanza G-26 yang jatuh di Selat Madura, Rabu (7/9). KSAL, Laksamana Yudo Margono, mengungkap kondisi pilot dan pesawat saat dievakuasi.

Pesawat itu diawaki Pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Copilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti.

Yudo mengatakan, Bonanza yang jatuh tengah dalam operasi latihan anti serangan udara bersama alutsista lainnya. Begitu pesawat jatuh, seluruh unsur yang terlibat dalam latihan langsung beralih menjadi unsur SAR.