KSAL: Pilot Bonanza Masih Terikat di Kursi, Pesawat Terbalik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan keterangan pers terkait Pesawat Bonanza TNI AL yang ditemukan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan keterangan pers terkait Pesawat Bonanza TNI AL yang ditemukan, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

TNI AL berhasil mengevakuasi pilot dan copilot serta pesawat Bonanza G-26 yang jatuh di Selat Madura, Rabu (7/9). KSAL, Laksamana Yudo Margono, mengungkap kondisi pilot dan pesawat saat dievakuasi.

"Pilot dan kopilot berhasil dievakuasi. Posisinya masih ada di kursi, terikat dengan seat belt," kata Yudo saat konferensi pers di Mabesal, Jakarta, Kamis (8/9).

Pesawat itu diawaki Pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Copil Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti.

Yudo mengatakan, Bonanza yang jatuh tengah dalam operasi latihan anti serangan udara bersama alutsista lainnya. Begitu pesawat jatuh, seluruh unsur yang terlibat dalam latihan langsung beralih menjadi unsur SAR.

Lima pesawat Bonanza G-36 milik Skuadron 200 Wing Udara 2 Puspenerbal melakukan atraksi dalam acara "Naval Airbase Open Day" di Apron Hanggar Lanudal Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (12/6/2022). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

KRI menurunkan multibeam eco sounder untuk melepaskan sonar guna mengetahui posisi pesawat. Saat itu, diketahui pesawat berada di kedalaman 15 meter.

Karena kondisi arus di bawah laut belum memungkinkan untuk penyelaman, tim memutuskan untuk melanjutkan evakuasi pada keesokan harinya.

Kamis pagi, tim penyelam dan KRI Soputan dikerahkan ke lokasi adanya pesawat. Tim penyelam mengevakuasi pilot dan copilot, sedangkan KRI Soputan mengangkat bangkai pesawat.

"Pesawat kondisinya terbalik. Karena kita punya alat KRI yang bisa angkat beratnya pesawat yang ringan. Karena pesawat latih kan ringan, sehingga bisa diangkat," tambah Yudo.