KSAU soal Penyebab Jatuhnya 2 Pesawat Super Tuscano: Masih Diselidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo tiba jelang pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo tiba jelang pelantikan Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/11/2023). Foto: Fadjar Hadi/kumparan

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo bicara terkait penyebab jatuhnya 2 pesawat super tucano di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (16/11) kemarin. Fadjar mengungkapkan TNI AU masih mendalami jatuhnya pesawat tersebut.

“Masih kami selidiki penyebabnya,” kata Fadjar di Istana Kepresidenan, Rabu (22/11).

Fadjar belum dapat berkomentar banyak.

Kadispen TNI AU Marsma Agung Sasongkojati mengatakan, investigasi dilakukan oleh TNI AU sendiri. Mereka tidak akan melibatkan pihak luar termasuk KNKT.

"Untuk investigasi saat ini kami sudah bisa melaksanakan sendiri. Kami juga lulusan investigasi di luar yang cukup andal khususnya untuk military," kata Agung.

Agung menjelaskan, pesawat Super Tucano sudah dilengkapi dengan flight data recorder. Padahal pesawat militer lain biasanya tidak mempunyai FDR.

Meski begitu, TNI AU tidak akan menutup kemungkinan meminta bantuan dari pihak luar dalam investigasi jika ada kendala.

Dalam insiden ini, empat orang perwira TNI AU gugur. Mereka adalah:

  1. Marsma TNI anumerta Subhan

  2. Marsma TNI anumerta Adm Widiono

  3. Kolonel Pnb anumerta Sandhra Gunawan

  4. Letkol Pnb anumerta Yuda A Seta.

Empat prajurit ini sudah dimakamkan. Mereka mendapat penghormatan dari negara berupa kenaikan pangkat satu tingkat di atas.