KSP Dudung Siap Berdialog dengan Pihak yang Menolak MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan secara tertutup dengan Kepala BGN Nanik S Deyang di KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan keterangan pers usai menggelar pertemuan secara tertutup dengan Kepala BGN Nanik S Deyang di KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah terbuka menerima masukan dari berbagai pihak terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk kelompok yang menolak program tersebut.

Hal itu disampaikan Dudung usai menerima audiensi Aliansi Masyarakat Cinta Indonesia di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Jumat (26/6).

Menurutnya, hingga kini belum ada pertemuan dengan kelompok yang menyampaikan penolakan terhadap MBG, namun pemerintah siap membuka ruang dialog kapan saja.

"Sampai sekarang saya belum, tapi saya akan terbuka, bukan saya, pemerintah akan terbuka. Bahkan Bapak Presiden pun akan membuka setiap ada saran masukan. Kapan waktunya, setiap saat saya bisa," kata Dudung.

Dudung mengatakan Kantor Staf Kepresidenan juga telah membuka berbagai saluran komunikasi dengan masyarakat, termasuk melalui layanan KSP Mendekat, sebagai wadah untuk menyerap aspirasi publik.

"Kan ada layanan KSP Mendekat, nah itu pun sudah kita buka. Silakan nanti kalau misalnya ada yang menolak MBG, saya pun akan bisa berdialog dengan mereka," ujarnya.

Ibu-ibu di Yogya yang tergabung dalam Suara Ibu Indonesia membunyikan panci di Bundaran UGM, Jumat (26/9). Aksi ini sebagai bentuk protes keracunan MBG di sejumlah daerah. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan