KSP Kunjungi Wadas, Dengarkan Keluhan dan Pendapat Warga soal Bendungan Bener

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Kantor Staf Presiden Menemui warga Desa Wadas Kecamatan Bener,  Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (13/2). Foto: Kantor Staf Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Tim Kantor Staf Presiden Menemui warga Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (13/2). Foto: Kantor Staf Presiden

KSP mengunjungi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah untuk berdialog dengan warga setempat. Kunjungan dilakukan setelah terjadinya kericuhan beberapa waktu lalu antara warga dan aparat terkait pembangunan Bendungan Bener di wilayah tersebut.

Tenaga Ahli Utama KSP, Joanes Joko yang memimpin tim tersebut mengatakan pihaknya menemui beberapa warga yang pro atas pembangunan bendungan Bener. Hal itu dilakukan untuk mendengar pendapat warga terkait rencana pembangunan Bendungan tersebut.

"Kami ingin mendapatkan informasi secara menyeluruh seputar kronologi insiden pada Rabu (8/2) lalu. Kami juga ingin mendengar bagaimana pendapat mereka soal pembangunan bendungan Bener. Bagi warga yang mendukung, pembangunan bendungan diyakini bisa memberikan banyak manfaat," ujar Joko melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/2).

Tak hanya dengan warga Desa Wadas, Joko menyebut dialog juga dilakukan KSP dengan warga di dukuh Prajan yang warganya banyak menentang pembangunan bendungan Bener. Dialog intens pun dilakukan Joko bersama tiga Tenaga Ahli KSP, beberapa warga dan perwakilan LBH Yogyakarta di Masjid Hidayatul Islam.

Tim Kantor Staf Presiden Menemui warga Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (13/2). Foto: Kantor Staf Presiden

Kepada ratusan warga yang tegas menolak pembangunan Bendungan Bener tersebut, Joko menyatakan siap mendengarkan keluh kesah warga.

"Dalem nyuwun duko panjenengan, (saya minta marah bapak/ibu), kami datang ke sini siap untuk mendengarkan unek-unek warga, silakan ceritakan yang sebenarnya. Yang mau marah-marah, nggeh monggo (juga silakan)," ucap Joko.

Pertanyaan pun satu per satu mulai dilontarkan warga kepada Joko dan tim KSP lainnya yang hadir pada kesempatan itu. Joko menyebut, warga menjelaskan insiden penangkapan hingga alasan penolakan penambangan batu andesit dan pembangunan bendungan Bener.

Sesekali emosi warga tak terkontrol saat menceritakan kembali kronologi peristiwa versi mereka. Terhadap keluhan yang disampaikan itu Joko pun berjanji akan menyampaikannya langsung kepada Presiden Jokowi.

"Matur suwun (terima kasih) Bapak/Ibu sudah berkenan menemui kami dan menyampaikan semuanya. Kami sudah dengar dan catat baik-baik suara bapak/ibu semua. Kami akan sampaikan ke bapak Presiden soal ini," beber Joko.

Joko menegaskan, ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti dari verifikasi lapangan yang dilakukan tim KSP terkait insiden wadas. Salah satunya berkaitan dengan tindakan dari aparat kepada warga yang menurutnya perlu dievaluasi.

"Di antaranya pelaksanaan operasi di lapangan oleh aparat keamanan yang perlu dievaluasi, dan alasan penolakan warga yang didasarkan pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya," ungkap Joko.

Tim Kantor Staf Presiden Menemui warga Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (13/2). Foto: Kantor Staf Presiden

"KSP akan mendorong proses dialog intensif antara pemerintah dengan masyarakat desa Wadas, agar sumbatan komunikasi bisa terselesaikan," lanjut dia.

Sebelumnya bertemu dengan warga, tim KSP pun telah menemui Kapolda Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah. Dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, tim KSP banyak mendapat informasi terkait prosedur pengamanan, insiden penangkapan warga, hingga duduk perkara pembangunan Bendungan Bener.

"Kami sudah dapat kepastian dari Pak Kapolda, warga yang sebelumnya diamankan sudah dilepaskan kembali, mereka juga diberi bingkisan," kata Joko.