KSP Takziah ke Rumah Duka SPPI asal Sumedang yang Meninggal saat Latsarmil

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, Dudung Abduracham melakukan takziah ke rumah Duka Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Lingkungan Cipeutey Baru RT 04/RW 06, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdeskel) tersebut meninggal dunia saat mengikuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang menempuh pelatihan dasar militer (Latsarmil) pada Jumat tanggal 26 Juni 2026.
Dalam takziah ini rombongan KSP Dudung Abdurachman menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga.
"Kami datang ke sini atas nama negara untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Kita merasa kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang sedang melaksanakan pendidikan,". Ujar Dudung.
Selain itu sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, pemerintah bersama Pangdam dan sejumlah tim terkait juga telah menyerahkan santunan kepada keluarga korban.
"Tadi saya memberikan santunan kepada keluarga korban" ucapnya.
Pasca kejadian tersebut KSP juga langsung melakukan evaluasi total dan pemangkasan durasi pelatihan yang asalnya selama 2 bulan kini hanya menjadi 1,5 bulan. Selain itu menghindari kejadian serupa, kegiatan yang bersifat fisik kini mulai ditiadakan atau dikurangi semaksimal mungkin.
"Kegiatan-kegiatan fisik sudah mulai ditiadakan dikurangi semaksimal mungkin dan dititik beratkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena ini calon-calon manajer nantinya" Tambahnya.
Terkait Penggunaan Senjata yang Viral
Dudung memberikan klarifikasi terkait potongan video viral yang memperlihatkan para peserta membawa senjata saat pelatihan.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari pendidikan dasar kemiliteran yang wajar diterapkan di Indonesia.
"Saya juga seorang militer. Pendidikan dasar kemiliteran memang rata-rata seperti itu, bahkan sejak saya lulus SMA dan masuk akademi militer. Kita ini menganut Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata)," jelasnya.
Ia menambahkan, berbeda dengan beberapa negara luar yang menerapkan wajib militer, Indonesia memilih pendekatan bela negara melalui pelatihan komponen pendukung, termasuk masyarakat dan instansi terkait.
Sistem ini dipersiapkan agar jika terjadi kondisi darurat atau perang gerilya di masa depan, masyarakat sudah memiliki bekal dasar dan siap digerakkan.
Setelah kunjungan ini, rombongan langsung bertolak untuk berziarah ke makam almarhum.
Berikut nama-nama peserta SPPI yang meninggal dunia:
Yonanda Muhammad Taufiq
Anisa Muyassaroh
Novia Rahmadhani Sihotang
Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
Nola Dya Sari
