KTT BRICS Brasil: Prabowo Hadir, Xi Jinping Absen, Putin via Daring

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut langsung oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat memasuki lokasi pelaksanaan KTT BRICS di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Sabtu (6/7/2025). Foto: Dok. Tim Media Prabowo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut langsung oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat memasuki lokasi pelaksanaan KTT BRICS di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro, Sabtu (6/7/2025). Foto: Dok. Tim Media Prabowo

KTT BRICS tahun ini digelar di Brasil dari 6-7 Juli waktu setempat. Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menghadiri KTT BRICS usai Indonesia resmi menjadi anggota penuh awal tahun ini.

Kepala negara anggota BRICS lainnya juga tampak hadir. Di antaranya Perdana Menteri India Narendra Modi hingga Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Namun, Presiden China Xi Jinping tidak hadir dalam KTT kali ini. Dia mengutus Perdana Menteri Li Qiang untuk mewakilinya.

Presiden Rusia Vladimir Putin juga tidak hadir. Namun, ia tetap mengikuti rangkaian KTT BRICS secara daring. Putin tidak hadir karena surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional.

Presiden Prabowo Subianto bersama Sekertaris Kabinet Merah Teddy Indra Wijaya dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Dikutip dari Reuters, Senin (7/7), pemimpin KTT BRICS menyerukan reformasi lembaga internasional seperti Dewan Keamanan PBB dan IMF. BRICS juga ingin tampil sebagai pembela multilateralisme di dunia yang semakin terpecah belah.

Jumlah negara anggota BRICS yang semakin berkembang juga dinilai menjadi ruang baru untuk koordinasi diplomatik. Khususnya di tengah perpecahan dunia dan pendekatan 'America First' milik Presiden Donald Trump yang mengganggu.

Hingga saat ini, ada lebih dari 30 negara yang menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi dengan BRICS, baik sebagai anggota penuh dan mitra.