Kualitas Udara Jakarta Buruk, Warga Masih Ramai Olahraga di CFD Sudirman-Thamrin
ยทwaktu baca 2 menit

Buruknya kualitas udara di Jakarta rupanya tak menyurutkan antusiasme warga untuk berolahraga. Hal ini terlihat di kawasan car free day (CFD) Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/8).
Pantauan kumparan, warga mulai memadati kawasan ini sejak pukul 06.30 WIB. Ada beragam kegiatan yang dilakukan masyarakat di lokasi ini, mulai dari jogging, bersepeda, hingga sekadar foto-foto.
Hal ini dilakukan para warga di tengah kondisi udara yang kurang baik. Berdasarkan nilai indeks kualitas udara melalui aplikasi Nafas per pukul 07.55 WIB, kawasan ini ada di angka 155 yang berarti tidak sehat.
Gedung-gedung yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Patung Jenderal Sudirman bahkan terlihat samar akibat tertutup kabut polusi udara.
Salah satu warga yang berolahraga, Abdul (50), mengakui udara Jakarta terasa berbeda dibanding daerah asalnya, Bandung.
"Beda (udaranya), kalau di Bandung nomor satu. Dingin, sejuk, adem," ujarnya saat ditemui.
Menurutnya yang baru pertama kali ikut CFD di Jakarta, memang di kala kualitas udara yang buruk, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan. Hanya saja, kata dia, warga Jakarta haus akan ruang terbuka.
"Kebutuhan, masyarakat Jakarta itu haus, haus akan kebebasan, haus akan keleluasaan jalan kaki, selama satu Minggu kan kerja-kerja-kerja, macet-macet-macet. Jadi kebutuhan batin lah," tuturnya.
"Jadi walaupun udaranya jelek, tetap gimana mau tetap car free day, karena dalam satu minggu, hari ini bebas," imbuh Abdul.
Lebih lanjut, Abdul menilai, dengan adanya CFD juga bisa turut membantu mengurangi polusi di Jakarta.
"Dengan di car free day kan ini bisa mengurangi emisi kendaraan," kata dia.
Berbeda dengan Abdul, Firman (53) warga Jakarta Pusat tak masalah dengan berolahraga di tengah buruknya kualitas udara. Bahkan ia merasa udara Jakarta saat ini tidak ada bedanya dengan hari-hari sebelumnya.
"Sebenernya (olahraga di tengah kualitas udara buruk) enggak ada masalah sih, bagus-bagus aja. Enggak ada kayaknya, enggak ada perbedaan (kualitas udara)," tuturnya.
Di sisi lain, Firman sepakat jika CFD bisa mengurangi polusi. Namun bukan sebagai solusi yang utama.
"Secara bertahap iya, bisa mengurangi (polusi). Tapi enggak menyelesaikan masalah," ungkap dia.
"Polusi ini kan banyak sumbernya ada dari pemakaian kendaraan, ada pabrik, nah kita justifikasi dari mana sumber polusinya itu, tinggal justifikasi, kita selesaikan masalahnya," lanjutnya.
Saat ini Pemprov DKI Jakarta memang tengah berfokus untuk mengatasi masalah polusi udara. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan, salah satunya adalah dengan menggelar razia uji emisi.
