Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan 31 RS dan 44 Puskesmas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam agenda peresmian Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam agenda peresmian Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kualitas udara di Jakarta memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir.

Menyikapi kondisi tersebut, ia meminta fasilitas kesehatan di ibu kota bersiaga untuk mengantisipasi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Untuk mereka bersiap diri, memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” ujar Pramono usai meresmikan Masjid Apung An-Nur di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10).

Pramono menyebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah fasilitas kesehatan. Fasilitas yang disiagakan meliputi 31 rumah sakit, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas pembantu.

Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Kendati demikian, Pramono belum memastikan penyebab memburuknya kualitas udara di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengaku telah mempertimbangkan untuk menyampaikan kondisi tersebut kepada publik sejak tiga hari lalu, tetapi khawatir hal itu memicu polemik mengenai penyebabnya.

“Sebenarnya dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik,” tutur Pramono.

Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta, Rabu (25/6/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Ia pun menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini sedang memburuk.

“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” tegas Pramono.

Di sisi lain, ia menyebut Pemprov DKI tengah mempertimbangkan pemberian bantuan bagi wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengatakan keputusan terkait bantuan tersebut akan dibahas lebih lanjut.

“Nanti saya akan segera rapatkan dan segera akan saya putuskan,” tutupnya.