Kubu Moeldoko Ungkit Keterlibatan Ibas di Kasus Korupsi Hambalang

Demokrat kubu Moeldoko menggelar konferensi pers di lokasi proyek mangkrak Hambalang, Bogor. Dalam konferensi pers itu, nama Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas juga ikut disebut.
Meski tidak dijelaskan secara spesifik, politikus senior Demokrat Max Sopacua mengisyaratkan keterlibatan putra SBY itu dalam kasus Hambalang. Awalnya Max menyinggung keterlibatan eks Ketum Demokrat Anas Urbaningrum.
"Apakah Pak Anas itu, bagiannya tidak terlepas kalau kita menyampaikan Pak Anas dapat berapa, Ibas dapat berapa dan lain-lain dapat berapa itu panjang nantinya," kata Max di lokasi, Kamis (25/3).
"Kalau Pak Anas sudah menjalani proses hukum yang dibuat pemerintah. Yang kita pertanyakan yang lain, yang tidak disentuh hukum, itu persoalannya," tambahnya.
Max kembali mengulas pernyataan para saksi di kasus Hambalang yang juga menyebut nama Ibas ikut menerima aliran dana.
"Ibas juga, kan, disebutkan oleh berapa banyak para saksi. Kan belum. Yulianis menyebutkan juga yang masuk penjara, kan, kita tahu siapa-siapa, makanya kita ke Hambalang. Supaya Anda tahu Hambalang ini adalah starting point kami lagi bukan untuk korupsi, tetapi untuk maju ke depan membela negara," jelasnya.
Max juga meminta agar penyelidikan kasus Hambalang dilanjutkan KPK. Sebab meski ada yang pihak sudah mempertanggungjawabkan perbuatannya, ada juga pihak yang hingga saat ini masih belum tersentuh proses hukum.
"Semua yang terjadi melanggar hukum. Ada Pak Nazaruddin, ada Angelina Sondakh, ada siapa-siapa sudah menjalani hukuman semuanya. Yang kita pertanyakan tadi ada juga yang tidak," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kasus korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, menyeret sejumlah nama politisi yang sebagian besar merupakan kader Partai Demokrat. Kasus tersebut menyeret mantan Menpora Andi Mallarangeng dan mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum.
Dalam kasus tersebut, nama Ibas Yudhoyono juga beberapa kali disebut. Namun hingga saat ini, Ibas tidak pernah dipanggil untuk diperiksa.
Proyek Hambalang dibangun pada 2010, tepatnya pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tak sampai satu tahun, KPK mencurigai ada praktik korupsi yang dilakukan sejumlah pihak dalam pembangunan proyek dengan anggaran hingga Rp 2,5 triliun itu.
