Kulon Progo Catat Lonjakan Karhutla pada 2026, Ada 66 Kejadian

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo mencatat kenaikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026. Kenaikan cukup tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya.
"66 kejadian kebakaran lahan dan hutan. Dibanding kemarau sebelumnya meningkat drastis," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulon Progo, Eko Susanto, dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Sementara itu, pada tahun 2025 lalu jumlah kebakaran lahan dan hutan hanya lima kejadian. Hal ini karena tahun lalu kemarau basah sehingga kebakaran tidak semasif tahun ini.
"Menurut data admin kami ada lima (kejadian), mengingat kemarau tahun 2025 kategori kemarau basah yang sesekali ada hujan turun," katanya.
Pada tahun ini, kebakaran disebabkan sejumlah faktor dari yang diketahui hingga yang tidak diketahui.
"Dugaan ada yang buang puntung rokok saat lewat di tepi jalan. Ada yang bebersih pekarangan membakar sampah kemudian tidak diawasi," katanya.
Eko mengatakan panas suhu jadi faktor rentannya kebakaran. Daun kering akan mudah terbakar.
Pada Senin dan Selasa lalu, kebakaran terjadi berturut-turut di Pendoworejo, Girimulyo dengan luas mencapai 12 hektare areal lahan yang terbakar.
Pemadaman di sana dilakukan manual karena lokasi di perbukitan dan sulit dijangkau armada damkar.
"Jadi pakai metode manual. Petugas naik, halau api pakai galah. Kemudian kendaraan truk pemadam fokus di sekitar pemukiman, antisipasi kalau api mengarah pemukiman, kita halau dengan jangkauan semprotan air," ujarnya.
