kumparan Gelar Anak Bangsa Curhat di UMY, Komitmen Lawan Hoaks di Musim Pemilu

20 September 2023 12:25
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Para pembicara dalam acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan
ADVERTISEMENT
kumparan menggelar acara Anak Bangsa Curhat di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (20/9). UMY merupakan kampus pertama yang kumparan kunjungi dalam kampanye Pemilupedia 2024.
ADVERTISEMENT
Di edisi perdana, tema yang didiskusikan bertajuk "Early Voters Secret Mission: Melawan Hoaks di Musim Pemilu". Tema tersebut dipilih dengan tujuan mendorong generasi muda agar lebih kritis di musim pemilu. Sebanyak 300 mahasiswa UMY hadir dalam diskusi tersebut.
kumparan Anak Bangsa Curhat: Melawan Hoaks di Musim Pemilu. Foto: kumparan

Komitmen Lawan Hoaks

Dalam diskusi tersebut, Plt Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Teguh Arifiyadi menyebut pemerintah berkomitmen melawan hoaks dari hulu hingga hilir.
"Dari hulu ya seperti ini kita sosialisasi. Ada 20 juta orang Indonesia pernah mendapatkan sosialisasi literasi digital oleh Kominfo," kata Teguh di Gedung Kembar Ibrahim, UMY.
Pembicara Teguh Arifiyadi pada acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan
Selain itu, Teguh menyebut juga pihaknya masih melakukan blokir akun maupun website penyebar hoaks. Namun, kata dia, pemblokiran tersebut bukanlah solusi.
ADVERTISEMENT
"Makanya di tempat kami namanya Direktorat Pengendalian bukan direktorat pemblokiran. Karena apa, konten internet itu basic-nya tidak bisa diblokir, tidak bisa difilter," katanya.
Menurut Teguh, acara sosialisasi seperti yang kumparan lakukan jauh lebih efektif daripada memblokir website. Sebab, hoaks atau situs porno sekalipun bisa dilawan melalui individu.
"Kominfo secanggih apapun teknologinya percuma, kominfo blokir website porno, ya teman-teman pakai VPN. Percuma, karena itu masalahnya di pikiran," katanya.
Suasana acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan

Kiat Jitu Melawan Hoaks

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UMY Erwan Sudiwijaya mengatakan, kampusnya telah bekerja sama dengan KPU sejak pemilu 2019. Mahasiswa KKN yang diterjunkan pun ditugaskan untuk mengedukasi soal hoaks kepada masyarakat.
"Sekarang tema tentang anti hoaks. Teman-teman UMY KKN bertema pemilu dan mengedukasi. Teman-teman KKN jadi edukatif di masyarakat," kata Erwan.
Para peserta menghadiri acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan
Ketua Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi Justian Pilar Prambar Galaphuri juga hadir di acara ini. Sebagai generasi muda yang lekat dengan gadget, dia mengaku mengkonsumsi ratusan video setiap harinya.
ADVERTISEMENT
Nah, menurutnya banyak masyarakat yang menelan mentah-mentah informasi di media sosial. Padahal, kata dia, informasi di media sosial tidak sekredibel media mainstream seperti media online.
"Kita sendiri banyaknya informasi tadi kayak yang mana nih yang bener. Kita sendiri pun bingung. Aku boleh saran, teman-teman mengakses informasi-informasi tersebut lebih ke berita online (media mainstream)," katanya
Suasana acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan
Senada dengan Justian, Esther Lubis selaku Content Creator & CEO of Produktifkuy menyebut juga mengkonsumsi dan memproduksi konten di media sosial. Namun, sumber untuk membuat konten itu harus selalu dari sumber yang kredibel seperti media besar.
"Sebagai Gen Z konten aku banyak dari berita. Biasanya dari berita (media) besar. Bukan dari blog atau grup WA keluarganya gue," kata Esther.
ADVERTISEMENT

Bilik Curhat Mahasiswa

Selain diskusi, kumparan juga membuka booth yang berisi banyak kegiatan yang bisa diikuti mahasiswa. Di antaranya speak up challenge berhadiah ratusan ribu rupiah, snack gratis, polling pemilu, serta Papan Kebebasan Mahasiswa Bercurhat.
Para peserta mengikuti acara kumparan Anak Bangsa Curhat (ABC) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (20/9/2013). Foto: Melly Meiliani/kumparan
Nah, di Papan Kebebasan Mahasiswa Bercurhat tersebut, mahasiswa boleh menuliskan semua unek-uneknya terkait hal apa pun. Mereka tampak antusias menuliskannya di bilik suara yang sudah disediakan.
Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
"Masih skeptis sama politik, padahal kuliah belajar komunikasi politik." - Ilham Nur
"Mungkin aku kurang beruntung dalam percintaan, tapi aku enggak boleh gagal dalam urusan masa depan, pendidikan, dan karierku. Karena aku punya teman-teman yang baik dan orang tua yang men-support.' -Rina
ADVERTISEMENT
"Tidak ada keresahan, cuma capek aja harus memikirkan kuliah dan urusan keluarga. Hanya butuh hiburan aja kok, biar kuat. Enggak mau ngeluh, yakin semua ada jalan. - Rosa
Curhat mahasiswa UMY di Papan Kebebasan Mahasiswa Bercurhat. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Sebagian kertas curhat tersebut diambil secara acak dan dibacakan oleh Mbak kumparan dari atas panggung. Mahasiswa yang hadir pun tampak sumringah.
Selain sesi curhat bareng Mbak kumparan, mahasiswa UMY yang hadir juga dihibur stand up comedy yang dibawakan Ali Akbar. Ali diketahui juga merupakan alumnus UMY.