Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi Dapat Sorotan Luas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman Al-Saud di Istana Al-Yamamah, Riyadh, pada Kamis, 19 Oktober 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman Al-Saud di Istana Al-Yamamah, Riyadh, pada Kamis, 19 Oktober 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke Arab Saudi mendapat sorotan luas di negara kerajaan itu. Bukan karena kunjungan itu di tengah hangatnya masa pendaftaran capres-cawapres di Indonesia, tapi karena lawatan Jokowi membawa babak baru hubungan kedua negara.

Sejumlah media Arab Saudi memberitakan pertemuan Jokowi dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Muhammad bin Salman (Pangeran MBS) sebagai headline, mengalahkan pertemuan MBS dengan kepala/kepala pemerintahan lain yang juga sedang bertamu ke negara kaya minyak itu.

Misalnya saja, media berbahasa Inggris, Saudi Gazette, mengambil judul utama 'Arab Saudi dan Indonesia membentuk Dewan Koordinasi Tertinggi' untuk terbitan Jumat, 20 Oktober 2023.

Pertemuan Presiden Jokowi dan Pangeran MBS di Riyadh, Arab Saudi, menjadi headline media Saudi Gazette edisi Jumat (20/10/2023). Foto: Dok. Saudi Gazette

"Putra Mahkota dan Perdana Menteri Pangeran Mohammed bin Salman menyambut Presiden Joko Widodo dari Indonesia di Istana Al-Yamamah di Riyadh pada hari Kamis (19/10). Pertemuan tersebut ditandai dengan upacara penyambutan resmi, yang menggarisbawahi pentingnya kunjungan tersebut,โ€ tulisnya.

"Selama pembicaraan resmi, Putra Mahkota dan Presiden Widodo mengeksplorasi berbagai aspek hubungan kuat antara Arab Saudi dan Indonesia. Diskusi tersebut berfokus pada kerja sama bilateral, dengan penekanan pada inisiatif pembangunan dan peningkatan bersama. Kedua pemimpin juga menyelidiki perkembangan terkini regional dan internasional, mengatasi keprihatinan dan kepentingan bersama,โ€ lanjutnya.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kerajaan Arab Saudi (KAS) Mohammed bin Salman Al-Saud di Istana Al-Yamamah, Riyadh, pada Kamis, 19 Oktober 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Pertemuan tingkat tinggi ini diakhiri dengan penandatanganan beberapa perjanjian bilateral, yang semakin memperkuat upaya kolaboratif antara kedua negara. Perjanjian itu adalah:

  1. Nota Kesepahaman Perjanjian Dewan Koordinasi Tertinggi Saudi-Indonesia ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

  2. Menteri Olahraga Saudi Pangeran Abdulaziz bin Turki bin Faisal bin Abdulaziz dan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Dito Ariotedjo menandatangani Nota Kesepahaman untuk membina kolaborasi di bidang pemuda dan olahraga.

  3. Menteri Perdagangan Saudi Majid Al Qasabi dan Menlu Retno Marsudi menandatangani perjanjian yang menguraikan Program Kerja Sama Teknis di berbagai bidang standardisasi.

  4. Nota Kesepahaman kerja sama penjaminan mutu produk halal ditandatangani oleh Dr. Hisham Al Jadhey, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Saudi dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia Muhammad Aqil Irham.

Presiden Jokowi dan Pangeran MBS menyaksikan penandatangan kerja sama. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Penyambutan untuk Jokowi

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) juga mengunggah sejumlah foto dan video penyambutan Pangeran MBS kepada Jokowi. Jumlah unggahan SPA lebih banyak dibandingkan momen MBS tamu lainnya, seperti PM Inggris Rishi Sunak maupun kepala negara/pemerintahan peserta KTT Gulf Cooperation Council (GCC)-ASEAN di Riyadh yang juga akan diikuti Jokowi.

instagram embed

Media berbahasa Arab, Sabq, memberi judul artikelnya 'Babak Baru Konsolidasi Kerja Sama Arab Saudi dan Indonesia'.

Media ini mengingatkan tentang kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada 2017 yang menjadi tonggak baru hubungan kedua negara. Dalam kunjungan itu, ditandatangani 5 perjanjian kerja sama kedua negara.

Disebutkan, kunjungan Jokowi pada 19 Oktober 2023 semakin mempererat jalinan kerja sama kedua negara di segala bidang.

kumparan post embed

Sejarah Hubungan Kedua Negara

Sabq menjelaskan sejarah hubungan kedua negara yang dimulai tahun 1948 dengan dibukanya Kedutaan Besar Indonesia di Jeddah dan Kedutaan Besar Saudi di Jakarta pada tahun 1955. Hubungan kian mesra lewat serangkaian pertemuan bilateral dan saling kunjungan kedua negara.

Dijelaskan, Arab Saudi memiliki hubungan dekat dengan Indonesia karena Indonesia adalah negara Islam terbesar dalam hal jumlah penduduk dan karena Arab Saudi merupakan lokasi Dua Masjid Suci tempat Islam berasal.

Selain itu, kedua negara adalah anggota aktif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan G-20.

"Arab Saudi dan Indonesia juga memiliki hubungan strategis di bidang energi, karena Aramco Trading Company adalah pemasok bensin terbesar ke Indonesia, pangsa pasarnya di Indonesia berkisar antara 25% dan 30% selama beberapa tahun terakhir,โ€ ungkap Sabq.

Sementara itu, media Okaz mengambil judul 'Putra Mahkota mengadakan pembicaraan resmi dengan Presiden Indonesia membahas perkembangan terkini situasi regional dan internasional.'

Al Arabiya juga mengunggah foto dan video Presiden Jokowi bersama Pangeran MBS, demikian juga dengan Al Watan, Alekhbariya, dan lain-lain.

X post embed

Kepulangan Jokowi Dinantikan

Sementara itu, di tengah kesibukan melakukan kunjungan ke luar negeri โ€” China dan Arab Saudi โ€” kepulangan Jokowi ke Jakarta sangat dinantikan.

Hal ini terkait dengan makin kuatnya nama Gibran Rakabuming Raka (36) sebagai calon wapres Prabowo Subianto yang diusung blok gemuk Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Menhan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jokowi blusukan ke pasar di Pekalongan. Foto: Dok. Tim Media Prabowo Subianto

Saat ini, hanya Prabowo saja yang belum punya gandengan. Pasangan Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud sudah lebih dulu daftar di KPU, Kamis 19 Oktober.

Jokowi dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada Sabtu (21/10) dan langsung membuka acara Hari Santri di Surabaya pada Minggu, 22 Oktober, yang kurang lebih dihadiri 15 ribu orang.