Kunjungan Paus Leo ke Turki dan Lebanon di Lawatan Luar Negeri Perdananya
·waktu baca 3 menit

Paus Leo XIV menegaskan bahwa satu-satunya solusi bagi krisis Israel–Palestina harus mencakup kemerdekaan negara Palestina.
“Kita semua tahu bahwa saat ini Israel masih belum menerima solusi tersebut, tetapi kami melihatnya sebagai satu-satunya solusi,” ujar Leo, paus pertama dari AS, saat bertolak dari Turki ke Lebanon pada Minggu (30/11), seperti dikutip dari Reuters.
“Kami juga bersahabat dengan Israel dan berusaha menjadi mediator antara kedua pihak untuk membantu mereka mencapai solusi yang adil bagi semua orang,” tambah Paus, berbicara dalam bahasa Italia.
Pernyataan Paus Leo merujuk pada two-state solution, yakni berdirinya negara Palestina berdampingan dengan Israel.
Gagasan ini berulang kali ditolak oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Penolakan Netanyahu tetap disuarakan meski AS—sekutu utama Israel—mulai mengisyaratkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Momen Paus Leo XIV Lepas Sepatu saat Kunjungi Masjid Biru Turki
Momen menarik terjadi saat Paus Leo XIV mengunjungi Masjid Biru yang ikonik di Istanbul, Turki, pada Sabtu (29/11) lalu. Paus Leo melepas sepatunya dan berkeliling melihat masjid abad ke-17 hanya dengan kaos kaki putihnya.
Paus Leo memandangi kubah yang menjulang tinggi dan tulisan-tulisan Arab yang ditunjukkan oleh Imam Asgin Tunca.
Dikutip dari AP, Senin (1/12), Paus Leo mengambil langkah yang berbeda dengan pendahulunya. Paus Leo tidak berdoa meski diajak oleh Imam Tunca.
"Ini bukan rumah saya, bukan rumah anda, (tapi) rumah Allah," kata Imam Tunca kepada Paus Leo.
Imam Tunca mengatakan mengajak Paus Leo untuk berdoa.
"Tapi dia bilang, 'Tidak apa-apa'," ungkap Imam Tunca.
"Saya rasa dia ingin melihat masjid, ingin merasakan suasana masjid. Dan dia sangat senang," lanjutnya.
Lawatan Paus Leo ke Lebanon, Seruan Damai Menggema di Tengah Serangan Israel
Paus Leo XIV mendesak para pemimpin politik di Lebanon untuk menjadikan perdamaian sebagai prioritas tertinggi. Permintaan Paus Leo disampaikan saat Lebanon terus menjadi sasaran serangan Israel.
Lebanon merupakan negara kedua yang dilawat Paus Leo dalam kunjungan luar negeri pertamanya setelah memimpin Gereja Katolik. Rencananya, pria asal Amerika Serikat (AS) itu akan berada di Lebanon selama empat hari sejak Minggu (30/11).
Setibanya di Ibu Kota Beirut, Paus Leo menuju istana kepresidenan untuk bertemu politisi serta pemuka agama.
Saat menyampaikan pidato, Paus Leo membukanya dengan sabda Yesus Kristus mengenai perdamaian.
“Berbahagialah orang yang membawa damai,” ucap Paus Leo seperti dikutip dari Reuters.
“Lebanon harus terus berupaya mencapai perdamaian meski menghadapi situasi regional yang sangat kompleks, penuh konflik, dan tak menentu,” sambungnya.
Kehadiran Paus Leo dinanti warga setempat. Kerumunan orang berkumpul di sepanjang jalan dari bandara menuju istana kepresidenan.
