Kunjungan Prabowo ke Rusia: Lunch Bareng Putin, Hadiri EEF

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 10 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto, bertolak menuju Vladivostok, Rusia, pada Selasa (1/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Presiden, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Vladivostok, Rusia. Ia berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/9) sekitar pukul 23.20 WIB.

Ada sejumlah kegiatan yang dilakukannya di Rusia. Mulai dari bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, hingga menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Berikut kumparan rangkum.

Dijemput Mobil Aurus Senat

Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam, Prabowo tiba dan disambut sejumlah pejabat Rusia serta perwakilan Indonesia.

Mereka di antaranya Vice Governor of Primorye Region Said Yusupov, Minister of Foreign Relations of Vladivostok Konstantin Sidorenko, Dubes RI untuk Rusia Jose Tavares, Atase Pertahanan Moscow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.

Usai penyambutan, Prabowo meninggalkan lokasi menggunakan Aurus Senat, mobil premium buatan Rusia yang tampak dilengkapi bendera Indonesia di bagian depan.

Lunch Bareng Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: Vyacheslav Prokofyev/POOL via REUTERS

Putin menyambut kedatangan Prabowo di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Putin menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prabowo berkunjung ke kota tersebut sekaligus menghadiri Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama.

Hal tersebut disampaikan Putin saat melakukan pertemuan bilateral dengan Prabowo di Vladivostok.

"Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini," kata Putin.

Putin menyebut pertemuan langsung dengan Prabowo mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke kota Vladivostok dan ikut serta dalam forum ekonomi timur sebagai tamu kehormatan utama," ujarnya.

Putin menilai Indonesia merupakan salah satu mitra kunci Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, hubungan kedua negara telah terjalin dalam persahabatan selama bertahun-tahun.

"Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun," tandas Putin.

Prabowo Apresiasi Sambutan Putin

Presiden Prabowo Subianto (kelima kiri) bersama sejumlah Menteri kabinet Merah Putih melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (ketiga kanan) di sela-sela Forum Ekonomi Timur/EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Putin. Dia mengaku merasa terhormat dapat kembali bertemu dengan Putin sekaligus mengunjungi Vladivostok.

"Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok," kata Prabowo.

Soroti Peluang Kerja Sama Nuklir

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis

Dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin, Putin menyoroti peluang pengembangan kerja sama nuklir antara Rusia dan Indonesia.

"Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini," kata Putin.

Putin menyebut pertemuan langsung dengan Prabowo mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama," ujarnya.

Putin mengatakan Indonesia merupakan mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Putin juga menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara. Dia menyebut volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun lalu.

"Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja," kata Putin.

Menurut Putin, Rusia memberikan perhatian terhadap pengembangan kerja sama bilateral di sejumlah bidang, mulai dari pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital hingga energi.

"Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir," pungkasnya.

Soal energi nuklir ini pernah disinggung Putin saat bersua dengan Prabowo pada Desember 2025 di Istana Kremlin, Moskow.

"Kita memiliki prospek yang sangat baik di bidang energi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Saya tahu bahwa negara Anda memiliki rencana seperti itu, dan kami selalu siap membantu Anda jika Anda menganggap memungkinkan untuk melibatkan spesialis kami," kata Putin dalam pertemuan bilateral tersebut.

Prabowo Minta Maaf ke Putin Tak Hadir KTT ASEAN-Rusia

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) sebelum melakukan pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis

Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada Putin karena tidak dapat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia ke-35 yang digelar pada 18 Juni 2026 di Kazan.

Prabowo mengapresiasi sambutan hangat Putin. Dia mengaku merasa terhormat dapat kembali bertemu dengan Putin sekaligus mengunjungi Vladivostok.

"Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Putin atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026. Dia juga menyinggung penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-20 pada 18 Juni 2026.

"Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026. Juga atas penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-20 pada tanggal 18 Juni 2026," ujarnya.

Prabowo meminta maaf karena tidak dapat hadir dalam agenda tersebut. Dia menjelaskan, ketidakhadirannya disebabkan persoalan dalam negeri yang tidak dapat ditinggalkan.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengatakan kunjungannya ke Vladivostok kali ini menjadi bentuk pemenuhan kewajibannya kepada Putin. Pernyataan tersebut disambut senyuman oleh Putin.

"Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang," ujar Prabowo.

Di Forum EEF Rusia, Prabowo Ungkap Alasan Bentuk MBG

Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo mengungkap alasan pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak dan ibu hamil. Menurut Prabowo, pembangunan tidak semestinya hanya diukur melalui angka-angka ekonomi, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk dari meja makan keluarga.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam agenda Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).

Prabowo mengatakan pemerintah tetap percaya terhadap dunia usaha, termasuk inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, menurut dia, negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi kelompok masyarakat yang lemah serta mengelola sumber daya nasional untuk kepentingan rakyat.

"Kami percaya pada dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah harus melindungi mereka yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, serta berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa," kata Prabowo.

Prabowo menyebut prinsip tersebut menjadi bagian dari makna pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan manfaat bagi kelompok tertentu.

"Itulah arti pembangunan untuk kepentingan rakyat bagi Indonesia: kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang," ucapnya.

Menurut Prabowo, ukuran keberhasilan pembangunan seharusnya dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya dari kondisi keluarga ketika memenuhi kebutuhan dasar di rumah.

"Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa, apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan harga yang wajar, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak, apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," kata dia.

Prabowo kemudian mengaitkan prinsip tersebut dengan sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program MBG.

"Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil," imbuh Prabowo.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

"Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi," kata dia.

Bicara soal Perdamaian

Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat pertemuan di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: Vyacheslav Prokofyev/POOL via REUTERS

Prabowo menegaskan, perdamaian tidak bisa dibangun sendirian. Menurutnya, kedaulatan memungkinkan terciptanya perdamaian, sementara perdamaian membuka jalan bagi pembangunan yang membawa manfaat bagi rakyat.

Berbicara sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9), Prabowo mengutip pepatah Rusia "Odin v pole ne voin" yang bermakna tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian.

Ia kemudian menyandingkannya dengan prinsip Indonesia: gotong royong.

Prabowo mendorong Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama, mulai dari perdagangan, transportasi, sistem pembayaran, hingga proyek industri. Ia juga mengusulkan produksi bersama di sektor pangan, pupuk, energi, obat-obatan, dan teknologi.

Ia berharap berbagai kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, generasi mendatang akan menilai apa yang dibangun untuk masa depan, bukan blok mana yang dipilih.

"Bahasa kita memang berbeda, tetapi kita memiliki kearifan kuno yang sama dari para leluhur kita," kata Prabowo.

Prabowo: Vladivostok Terasa Dekat dengan Rumah Saya

Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo menyoroti kedekatan geografis dan strategis Indonesia dengan kawasan Timur Jauh Rusia.

Prabowo mengatakan, Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memiliki kepentingan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan Eurasian Economic Union.

"Hari ini, saya akan menjelaskan kepada Anda, para delegasi yang terhormat pada Eastern Economic Forum ke-11, mengapa Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Eurasian Economic Union," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia dan kawasan Timur Jauh Rusia memiliki wilayah yang sama-sama luas. Kondisi geografis tersebut membuat perjalanan dari satu wilayah ke wilayah lainnya membutuhkan waktu cukup panjang.

"Timur jauh Rusia dan Indonesia sama-sama sangat luas. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kami ke ujung lainnya. Kita tahu bahwa ibu kota terkadang dapat terasa sangat jauh dari masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan," ujarnya.

Meski memiliki jarak geografis yang jauh, Prabowo menilai Vladivostok justru memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Ia mengaitkan kedekatan tersebut dengan Samudra Pasifik yang menjadi garis pantai bagi Rusia dan Indonesia.

"Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya. Samudra besar yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga menyentuh pantai Indonesia," terangnya.

Prabowo kemudian menegaskan Samudra Pasifik tidak semestinya dipandang sebagai pemisah antara Indonesia dan Rusia. Sebaliknya, menurut dia, kawasan tersebut dapat menjadi penghubung sekaligus jalur bagi penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

"Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukan tembok di antara kita, ia harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita," tutur dia.

Prabowo Tegaskan RI Non-Blok: Kami Tidak Tergabung Aliansi Mana Pun

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: Vyacheslav Prokofyev/POOL via REUTERS

Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun.

Prabowo mengatakan Indonesia selama puluhan tahun telah terbuka mengenai kebijakan luar negerinya. Indonesia, kata dia, berupaya membangun hubungan terbaik dengan seluruh negara dan kekuatan besar.

"Maksud saya, Indonesia telah sangat terbuka selama berpuluh-puluh tahun. Kami terbuka tentang kebijakan kami. Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara, dengan semua kekuatan besar. Secara tradisi, kami non-blok," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menegaskan Indonesia tidak menjadi bagian dari aliansi militer tertentu. Sikap tersebut berjalan beriringan dengan kebijakan ekonomi Indonesia yang menurutnya juga independen dan terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh negara.

"Seperti yang saya katakan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun. Kami menghormati semua kekuatan. Secara ekonomi, kami juga independen dan kami ingin bekerja sama dengan semua teman kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Ini sangat terbuka sejak hari pertama semua negosiasi kami dengan semua mitra kami, mereka tahu ini. Dan kami menawarkan perdagangan yang adil," ujarnya.

Menurut Prabowo, posisi tersebut tidak menjadi persoalan bagi Indonesia karena sejak awal seluruh mitra mengetahui sikap Indonesia. Pemerintah juga tidak ingin membangun kerja sama dengan satu pihak yang berpotensi merugikan kepentingan pihak lainnya.

"Jadi, kami tidak melihat masalah nyata bagi kami. Tetapi seperti yang saya katakan, karena kami sangat terbuka, semua orang tahu, semua pihak tahu bahwa kami tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok yang merugikan kepentingan kelompok lain. Kami akan memperlakukan semua orang yang ingin datang ke Indonesia dengan adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang yang datang ke Indonesia, dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun," terang dia.

Prabowo menyebut sikap tersebut sebagai posisi Indonesia dalam membangun hubungan dengan negara-negara lain. Ia mengatakan Indonesia ingin tetap terbuka dalam menjalin hubungan dan kerja sama tanpa mengancam negara mana pun.

"Jadi, itulah posisi kami. Dan seperti yang saya katakan, hubungan kami dengan Rusia adalah hubungan yang sangat panjang, Anda tahu. Jadi, kami sangat terbuka," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sejarah hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya dukungan Uni Soviet pada masa awal Republik Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia tidak melupakan sejarah ketika negara tersebut masih berada dalam kondisi lemah sebagai republik yang baru berdiri.

"Kami mengatakan bahwa ketika kami lemah, ketika kami masih republik muda, tidak ada yang benar-benar memikirkan kami. Saat itu, ya, memang Uni Soviet, tetapi maksud saya mereka membantu Indonesia ketika kami sangat lemah," tambah dia.

Menurut Prabowo, sejarah tersebut diketahui banyak pihak dan Indonesia tidak memiliki alasan untuk menutupinya.

"Jadi, semua orang tahu sejarah ini dan kami tidak malu dengan sejarah ini. Terima kasih," pungkasnya.