Kunjungi UKM Disabilitas, Sandi Beri Buku Paradoks Indonesia Braille

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berikan buku paradoks Indonesia kepada UKM disabilitas. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berikan buku paradoks Indonesia kepada UKM disabilitas. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Cawapres Sandiaga Uno mengunjungi UKM yang didirikan oleh penyandang disabilitas 'Disabilitaspreneur' di Panti Asuhan Aarut Aitam At-taqwa, Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Sandi memberikan buku tulisan capres Prabowo Subianto berjudul 'Paradoks Indonesia' bertuliskan huruf braille. Sandi memberikan buku Paradoks Indonesia kepada Nuriman, salah satu pencetus UKM disabilitas.

Sandi menuturkan, kualitas barang yang dijual oleh UKM ini sudah diproduksi dengan baik. Namun, barang yang diproduksi perlu difaslitasi oleh pemerintah untuk memastikan lapangan pekerjaan terbuka bagi semuanya.

"Saya lihat tinggal fasilitasi. Ke depan pemerintahan Prabowo-Sandi harus bisa memastikan bahwa penciptaan lapangan kerja bersama komunitas masyarakat," ujar Sandi, Kamis (22/11).

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berbicara mengenai ekonomi Indonesia saat berkunjung ke sentra produksi  Rotan H. Mulyadi di Cirebon. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)
zoom-in-whitePerbesar
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno berbicara mengenai ekonomi Indonesia saat berkunjung ke sentra produksi Rotan H. Mulyadi di Cirebon. (Foto: Dok. Team Sandi Uno)

UKM disabilitas tersebut menjual sejumlah produk, seperti makanan hingga kaus sablon. Sandi pun diberikan kaos hasil produksi dengan tulisan 'enterpreneur'.

Sandi menuturkan para wirausaha disabilitas meminta dirinya untuk membantu proses pemasaran produk. Ia akan mengusahakan untuk memberikan akses permodalan serta pelatihan untuk mendorong pemasaran produk.

"Tadi diminta bantu pemasaran. Konkretnya kami harus bisa memberikan akses permodalan dan juga pelatihan-pelatihan yang harus didorong ke depan," tutupnya.