Kurban di Istiqlal: Darah Tak ke Sungai, Hewan Dipotong Jauh dari Temannya
·waktu baca 2 menit

Masjid Istiqlal menggelar penyembelihan dan penyaluran daging qurban pada Idul Adha 1445 H. Ada yang menarik dalam proses penyembelihan di sana.
Ketua Panitia Idul Adha Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, menyebut limbah darah dari hewan qurban tidak akan mengalir ke sungai di sisi Masjid Istiqlal ini.
"Kemudian untuk acara Idul Qurban darah dan kotoran kami pastikan tidak setetes pun yang masuk ke dalam sungai, ini pinggir sungai lihat bersih. Kemudian ini darahnya masuk ke penampungan sini," ujar Abu Hurairah kepada wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).
Limbah darah dari hewan kurban akan disedot dengan mobil khusus tinja yang sudah siap siaga di luar tempat pemotongan. Setelahnya limbah akan dibuang ke TPA Bantargebang.
"Ini mobilnya sudah standby di sana, begitu penuh disedot, nah begitulah yang kami lakukan," ucap Abu Hurairah.
Selain itu, proses penyembelihan hewan kurban juga dilakukan dengan menggunakan pembatas. Agar hewan yang belum dipotong tidak stres.
Masjid Istiqlal juga menyediakan rumah potong hewan (RPH) yang sudah ada sejak masjid ini berdiri. Tujuan utamanya digunakan saat perayaan Idul Adha.
"Kemudian kami rekayasa agar hewan kurban yang antre untuk disembelih itu tidak melihat temannya disembelih. Karena itu mempengaruhi kualitas daging kurban," tuturnya.
Lebih lanjut, Abu Hurairah mengatakan, plastik yang digunakan untuk membungkus daging kurban menggunakan plastik ramah lingkungan.
"Plastik yang kami gunakan juga plastik ramah lingkungan. Itu bahan bakunya dari ubi, ada yang dari bambu, jadi sehari sudah terurai dia bukan plastik yang konvensional yang biasa kita pakai," jelasnya.
"Ini berlebih plastiknya sangat banyak sekali. Jadi setiap yayasan atau rumah yatim yang mendapatkan hewan kurban satu karung itu, kami masukkan plastik, ya, untuk jaga-jaga mereka untuk memakai plastik tersebut," pungkasnya.
