La Nyalla Dorong PT 0 Persen: Agar yang Kalah Tak Jadi Menhan atau Menparekraf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua KPK Firli Bahuri bertemu Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua KPK Firli Bahuri bertemu Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mengadakan rapat tertutup bersama Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung DPR, Senayan, Selasa (14/12).

Dalam rapat itu, La Nyalla menyinggung gugatan DPD terkait presidential threshold (PT) 20 persen agar diturunkan menjadi 0 persen.

"Presidential Threshold setinggi itu akan membuka lahirnya calon presiden boneka. Kemudian pasti akan ada kompromi-kompromi politik," kata La Nyalla, Selasa (14/12).

Ketua DPD La Nyalla melantik Sekjen DPD baru dan Deputi Bidang Administrasi. Foto: Dok. Istimewa

La Nyalla meyakini PT akan melahirkan presiden boneka karena faktanya sudah ada tujuh partai politik berkoalisi, yang jumlahnya sudah menguasai 82 persen kursi di DPR RI. Selain itu, kata dia, PT 20 persen menyebabkan konflik yang tajam di masyarakat.

"Tentu saja tidak mungkin akan muncul calon presiden selain yang mereka ajukan. Bisa jadi kemudian yang ada calon boneka. Yang kalah pada akhirnya dapat posisi, Menteri Pertahanan atau Parekraf. Kayak gitulah,” kelakar La Nyalla.

"Karena calonnya cuma dua. Membelanya sampai mati-matian. Yang terjadi kemudian berantem, berselisih. Dan itu masih terjadi sampai detik ini," imbuhnya.

Tak hanya itu, La Nyalla menuturkan PT yang tinggi juga semakin sedikit calon pemimpin yang bisa diusung.

"Padahal banyak sekali anak-anak bangsa yang mampu sebagai pemimpin. Tapi karena ada ambang batas itu jadi tidak bisa. Jadi tertutup sudah," lanjutnya.