Lagi, Jenazah ABK Indonesia di Kapal China Diduga Dilarung di Laut

kumparanNEWSverified-green

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto: Pixabay

Kasus pelarungan jenazah ABK WNI diduga kembali terjadi di kapal China. Hal ini terungkap dalam video-video yang dibagikan di Facebook pada Sabtu (15/5).

Video tersebut dibagikan di akun Facebook Suwarno Canö Swe dan telah disaksikan ribuan orang. Akun itu menyebut peristiwa pelarungan terjadi di Laut Somalia.

Pelarungan disebut dilakukan di kapal bendera China Luqing Yuan Yu 623. Diduga juga terjadi perbudakan terhadap ABK WNI di atas kapal tersebut.

facebook embed

Dalam video tersebut, terlihat seorang ABK WNI yang nampak lemah dipapah teman-temannya untuk berdiri. Mereka terdengar berbicara menggunakan bahasa Jawa.

Sementara di video lainnya nampak, persiapan proses pelarungan jenazah. Terdengar beberapa orang video itu berbicara bahasa Mandarin.

Di video selanjutnya, ketika jenazah dari video sebelumnya dilarung ke laut, terdengar beberapa orang berbicara bahasa Indonesia.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Judha Nugraha. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Terkait kabar tersebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha angkat bicara.

"Telah beredar video berisi pelarungan jenazah ABK dari kapal penangkap ikan dan kondisi di atas kapal," ucap Judha dalam keterangannya, Minggu (17/5).

"Dalam video terdengar beberapa orang berbicara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Belum diketahui secara jelas identitas jenazah yang dilarung maupun rekan-rekan kerja almarhum. Informasi sementara menyebutkan para ABK berasal dari Indonesia dan lokasi pelarungan di perairan Somalia," sambung dia.

Saat ini, pihak Kemlu dan KBRI terkait tengah mencari informasi mengenai kabar tersebut.

embed from external kumparan

"Kemlu RI telah menghubungi akun sosmed yang pertama kali mengunggah video tersebut. Belum ada informasi lebih detail yang didapatkan," kata Judha

"KBRI Beijing dan KBRI Nairobi juga tengah mencari informasi mengenai kejadian ini kepada otoritas setempat," jelas Judha.

Sebelumnya, belasan WNI di kapal ikan berbendera China Long Xing 629 juga mengalami perbudakan. Tindakan perbudakan diduga menjadi penyebab kematian empat ABK WNI yang tiga di antaranya di larung ke laut.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.