Lagi-lagi Data Kasus Corona Pemerintah Pusat Beda dengan Jakarta

13 Mei 2020 10:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, mengenakan batik bermotif corona. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, mengenakan batik bermotif corona. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kabar baik terkait penanganan virus corona disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Selasa (12/5) siang. Jumlah pasien sembuh mencapai rekor, yakni 426 kasus.
ADVERTISEMENT
Angka ini merupakan catatan tertinggi selama wabah virus corona.
Sebelumnya, angka penambahan pasien sembuh tertinggi pernah dicatatkan pada Sabtu (2/5). Saat itu penambahan pasien sembuh mencapai 135 orang.
Catatan positif ini tentu menjadi kabar baik bagi warga Jakarta. Terlebih, angka penambahan kematian akibat virus corona juga semakin kecil setiap harinya.
Untuk hari Selasa (12/5), penambahan kasus meninggal hanya 4 orang. Sementara kasus positif bertambah 108 orang menjadi 5.303.
Data pasien sembuh dari virus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Data pasien sembuh dari virus corona di Jakarta. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Namun, data yang disampaikan Pemprov DKI ini ternyata beda dengan yang disampaikan pemerintah pusat.
Dalam data yang dirilis oleh jubir penanganan corona, Achmad Yurianto, pertumbuhan jumlah pasien sembuh secara keseluruhan pada periode Senin (11/5) hingga Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB adalah 182.
ADVERTISEMENT
Sementara khusus untuk Jakarta, pasien sembuh tercatat 112 orang.
Untuk angka kematian pun berbeda. Dalam data Gugus Tugas, jumlah korban meninggal di DKI 2 orang.
Update Corona di RI 12 Mei. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Update Corona di RI 12 Mei. Foto: Dok. BNPB
Lalu, untuk kasus positif yang bertambah juga berbeda. Dalam data yang diumumkan Yuri, kasus positif di Jakarta bertambah 99 orang.
Ketika dikonfirmasi, Yuri pun menjawab singkat.
"Silakan tanya ke DKI," kata dia kepada kumparan, Rabu (13/5).
Ia kemudian menjelaskan, dari mana asal data yang disampaikan oleh Gugus Tugas.
"Kalau data saya berdasarkan kasus yang confirm positif saja," jelas dia.
Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Ambulans Puskesmas Kebayoran Baru, bersiap membawa pasien yang diduga terkena virus Corona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (2/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
kumparan pun telah mencoba mengkonfirmasi hal ini ke Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Termasuk soal, mengapa pertumbuhan pasien sembuh menembus rekor.
Secara garis besar, data perkembangan kasus yang disampaikan Pemprov DKI dan pusat selalu berbeda. kumparan memberikan sampel perbedaan data tiga hari terakhir
ADVERTISEMENT

10 Mei:

DKI: Kasus Positif 182 orang, meninggal 7 orang, sembuh 36 orang
Pusat: Kasus Positif 134 orang, meninggal 7 orang, sembuh 55 orang

11 Mei:

DKI: Kasus Positif 55 orang, meninggal 9 orang, sembuh 33 orang
Pusat: Kasus Positif 86 orang, meninggal 7 orang, sembuh 9 orang

12 Mei:

DKI: Kasus Positif 108 orang, meninggal 4 orang, sembuh 426 orang
Pusat: Kasus Positif 99 orang, meninggal 2 orang, sembuh 112
Soal data kematian pun keduanya menerapkan cara berbeda. Pemprov DKI mencatat, pasien yang dimakamkan di Jakarta dengan protokol COVID-19 bukan hanya mereka yang positif virus corona.
Ada juga pasien dalam pemantauan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) yang meninggal sebelum hasil tes swabnya keluar. Sementara pemerintah pusat belum mencatat hal ini.
ADVERTISEMENT
Dari data yang dikutip corona.jakarta.go.id, dari 1 Maret hingga 3 Mei 2020, telah dilakukan 1.695 pemulasaran dan pemakaman jenazah dengan protap COVID-19.
Sementara data teranyar secara nasional, angka kematian karena corona saat ini tercatat 1.007 orang.
Namun, hingga pagi ini belum ada jawaban.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·