Lagi, Rusia Tunjuk Komandan Perang Baru di Ukraina KSAD Valery Gerasimov

Rusia kembali mengganti komandan perang yang memimpin pertempuran di Ukraina. Hal ini menandai kedua kalinya jabatan tersebut diganti sejak Oktober 2022, sekaligus ketika konflik antara kedua negara sudah memasuki bulan ke-11.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangannya yang dirilis pada Rabu (11/1).
Pihaknya mengatakan, jabatan yang semula diisi oleh Sergei Surovikin selama tiga bulan terakhir itu kini digantikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Valery Gerasimov.
Gerasimov akan memegang peran yang sama dengan Surovikin, yaitu bertanggung jawab atas pasukan Rusia yang berada di medan perang Ukraina.
“Jenderal Angkatan Darat Valery Gerasimov, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, telah ditunjuk sebagai Komandan Pengelompokan Pasukan Gabungan [Pasukan],” bunyi keterangan itu, seperti dikutip dari AFP.
Pada saat bersamaan, sambung keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, Surovikin turun jabatan menjadi wakil Gerasimov dan akan bertugas bersama dua jenderal lainnya — Oleg Salyukov dan Alexei Kim.
Pihaknya menjelaskan, pertimbangan di balik keputusan pergantian komandan perang itu berdasarkan strategi terbaru militer Rusia yang ingin memperbaiki manajemen pasukannya sendiri.
“Peningkatan tingkat kepemimpinan operasi khusus terkait dengan perluasan skala tugas yang dihadapi dan kebutuhan untuk mengatur interaksi yang lebih dekat di antara pasukan,” ujarnya.
Sebelumnya, Surovikin ditunjuk oleh Presiden Vladimir Putin pada Oktober 2022 ketika pasukan Rusia menghadapi serangkaian kekalahan yang memalukan di medan perang. Mereka dipukul mundur dari beberapa wilayah oleh pasukan Ukraina yang dipersenjatai Barat.
Surovikin sendiri dikenal di dalam dan luar negeri — khususnya Barat, sebagai sosok yang kejam dan dingin.
Jauh sebelum operasi militer khusus Rusia terjadi, Surovikin diberikan gelar Pahlawan Rusia dan dianugerahi medali atas jasanya di Suriah pada 2017. Kala itu, ia menjadi pemimpin ekspedisi militer Rusia sebagai komandan Pasukan Dirgantara.
Namun, meski memiliki citra yang sedemikian kejam, Surovikin selama menjabat sebagai komandan perang di Ukraina menyaksikan kemunduran militer yang masih tetap berlanjut.
Hal ini tampak pada November 2022 lalu, ketika pasukan Rusia dipukul mundur dari wilayah Kherson yang dianeksasi. Peristiwa itu memberikan pukulan besar bagi militer Rusia.
