Lahan Taman Nasional Gunung Ciremai yang Terbakar Capai 125 Hektare

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Kuningan saat memadamkan api secara manual di TNGC. (27/8/2023). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seorang Anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Kuningan saat memadamkan api secara manual di TNGC. (27/8/2023). Foto: Dok. kumparan

Sudah tiga hari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terbakar. Awalnya, api muncul di lereng utara Blok Gibug, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Jumat (25/8/2023).

Titik api baru muncul lagi pada Minggu (27/8). Lokasinya di Blok Leles Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan. Api cepat membesar dikarenakan angin yang cukup besar dan banyak hamparan semak yang kering.

Lahan yang terbakar juga bukan jalur pendakian. Tidak ada pendaki yang terjebak.

Petugas BPBD Kabupaten Kuningan dan Anggota MPA saat memadamkan api secara manual. (27/8/2023) Foto: Dok. Istimewa

Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu mengatakan, titik api baru ini penyebabnya dari semak belukar kering yang terbakar.

“Api berasal dari bara semak yang terbang dan jatuh di semak, juga dari bara api di sela-sela batu,” ujar Indra kepada kumparan di lokasi kebakaran.

Petugas BPBD Kuningan dan MPA saat melakukan pendinginan menggunakan Jet Shooter. (27/8/2023) Foto: Dok. kumparan

Untuk lahan yang terbakar, lanjut Indra, sebagian besar semak belukar bukan pohon pinus. Hingga hari ketiga ini, kebakaran mencapai ratusan hektare.

“Sampai hari ketiga ini, luas lahan yang terbakar seluas 125,5 hektare, dan sebagian besar semak, karena yang kita utamakan pencegahan terbakarnya pohon pinus,” kata Indra.

Kepulan asap di beberapa titik di Kaki Gunung Ciremai Blok Cileutik Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan. (27/8/2023). Foto: Dok. kumparan

Titik api yang ada di Blok Leles Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan, akhirnya berhasil dipadamkan sore tadi.

“Alhamdulillah, tadi kami dari BPBD dibantu TNI POLRI Polhut dan Masyarakat Peduli Api (MPA) saat memadamkan api, mudah-mudahan ini titik api terakhir, tapi kami tidak langsung balik kanan, kami akan terus pantau sampai nanti malam,” pungkas Indra Bayu.