Laki-laki Pasangan Sesama Jenis Digerebek Warga Tambora Jakbar
·waktu baca 2 menit

Warga Tambora, Jakarta Barat, menggerebek dua orang laki-laki di sebuah kontrakan. Warga resah karena aktivitas pasangan sesama jenis itu.
"Berdua aja memang. Laki-laki sama laki-laki. Sudah kami amankan," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara, saat dihubungi, Selasa (31/3).
Penggerebekan dilakukan warga pada Senin (30/3) malam. Sudrajat menjelaskan pengamanan ini dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar setelah penggerebekan dilakukan. Saat diamankan, kedua orang tersebut telah berada di kantor pos RW sekitar.
"Dari keterangan yang kami ambil, warga menggerebek, terus kami mendengar ada laporan ketika lagi patroli, kemudian kami mengamankan keduanya," ungkap Sudrajat.
Menurut Sudrajat, kasus ini belum dapat dijerat secara hukum sebab kedua orang tersebut berhubungan secara suka sama suka. Sudrajat tidak menemukan unsur prostitusi seperti halnya ada tarif maupun muncikari.
"Tidak ada mucikarinya, tidak ada tarifnya, tidak ada yang mengambil untung di sana gitu loh. Suka sama suka," kata Sudrajat.
"Ya ini paling penyakit masyarakat paling ya. Laki-laki sama jenis gitu," imbuhnya.
Adapun kedua pria tersebut, kata Sudrajat, berkenalan dalam aplikasi kencan online. Mereka kemudian melakukan pertemuan di salah satu kontrakan yang disewa salah satu orang tersebut yang berada di Tambora.
"Jadi dari keterangan yang kami ambil mereka memang janjian dari aplikasi kencan, tapi yang sesama jenis. Nah, jadi ya mereka janjiannya di situ," ujar Sudrajat.
Ketika ditanyai alasan warga melakukan penggerebekan, Sudrajat pun mengungkapkan hubungan itu telah dilakukan beberapa kali oleh yang bersangkutan.
"Ya mungkin memang sudah beberapa kali melakukan ya," tutur Sudrajat.
Adapun kini kedua orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Tambora. Selain itu, polisi pun melakukan koordinasi dengan Satpol PP maupun dinas sosial agar yang bersangkutan dibina.
"Kami ambil keterangan nanti bagaimana pendalaman. Kalau memang tidak ada, kami koordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Sosial untuk dibina," pungkas Sudrajat.
