Lambaian Tangan Heru Budi saat Ditanya soal Pengusiran Eks Warga Kampung Bayam
ยทwaktu baca 2 menit

Eks Warga Kampung Bayam yang menempati paksa Kampung Susun Bayam sudah direlokasi ke hunian sementara di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, usai insiden 'pengusiran' yang dilakukan pihak JakPro pada Selasa (21/5).
Para warga pindah sementara berdasarkan kesepakatan dengan Jakpro usai terjadi pengusiran.
Bagaimana tanggapan Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, terkait peristiwa tersebut?
Saat dijumpai kumparan pada acara Program Sembako Murah di SMAN 70 Jakarta pada Rabu (22/5) pagi, Heru memilih bungkam.
Berpakaian kemeja putih lengan pendek, Heru hanya melemparkan senyum seraya berjalan ke arah mobilnya yang dijaga sejumlah ajudannya.
Sesekali ia meladeni warga yang mengajak berfoto sambil melongok lewat jendela mobil. Senyum lebar hingga salam lima jari dilemparkan Heru ke kamera, seraya meninggalkan kawasan SMAN 70.
Eks warga Kampung Bayam yang menghuni Kampung Susun Bayam, diminta untuk mengosongkan rusun dalam waktu 30 menit pada Selasa (21/5) sekitar pukul 10.22 WIB. Perintah itu keluar atas permintaan pihak JakPro yang membawa Satpol PP dan petugas keamanan JIS.
Sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara warga dan petugas keamanan JIS. Setelah itu warga melakukan negosiasi dengan JakPro yang disaksikan oleh pihak kepolisian. Hasilnya, 5 poin kesepakatan disepakati.
Beberapa di antaranya adalah membebaskan Ketua Kelompok Petani Kampung Bayam Madani, Muhammad Furqon, dari sel Polres Metro Jakarta Utara setelah penjemputan paksa tak bersurat di 20 April 2024. Begitupun berpindah ke huntara di Jalan Tongkol 10 atau Pergudangan Kelapa 10 RT/Rw 009/001. Kel. Ancol. Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.
Furqon yang bebas pun menilai apa yang terjadi padanya adalah bentuk nyata dari ketidakhadiran negara bagi warganya.
"Ini adalah living example. Bahwasanya contoh ketidakberpihakan kepada kaum papa dan jelata. Namun air mata kami tumpah di sini bukan menyambut kebahagiaan, tapi berkabung atas penguasa yang tidak peduli dengan kaum papa dan kaum jelata," ujar Furqon kepada wartawan saat hendak berpindah dari Kampung Susun Bayam ke huntara di Pademangan, Selasa (21/5) malam.
