Langkah Bio Farma Cegah Kasus Rapid Test Antigen Bekas di Kualanamu Terulang

25 Mei 2021 15:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak (kiri), Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin (tengah) menunjukan barang bukti alat swab tes cepat. Foto: Adiva Niki/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak (kiri), Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin (tengah) menunjukan barang bukti alat swab tes cepat. Foto: Adiva Niki/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Kasus rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu berbuntut panjang, bahkan sampai pemecatan seluruh direksi PT Kimia Farma Diagnostik. Hal ini pun membuat PT Bio Farma sebagai holding farmasi BUMN mengungkapkan sejumlah langkah agar hal serupa tak terjadi lagi.
ADVERTISEMENT
"Jadi sebagai summary kami sudah melakukan penggantian manajemen di Kimia Farma Diagnostik. Dan kita sudah melakukan evaluasi untuk memperkuat sistem operasional dari Kimia Farma Diagnostik sendiri. Dari peningkatan SDM dan juga penguatan SOP-nya," kata Dirut Bio Farma Honesti Basyir dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (25/5).
Sebab, kata dia, kemarin disinyalir masih ada kasus di Kualanamu itu tidak disiplin dalam menjalankan SOP yang sebetulnya sudah ditetapkan Kimia Farma Diagnostik.
"Kemudian kita lakukan juga penguatan pelayanan aplikasi transaksi digital dan cashless. Ini juga bagian untuk mengantisipasi kasus yang sama," jelasnya.
Ia menambahkan, BUMN Farmasi juga bersinergi dengan stakeholder lainnya seperti Kemenkes, BUMN , dan auditor seperti BPKP. Hal ini untuk memastikan ini bisa berjalan normal ke depannya.
ADVERTISEMENT
"Dan memperkuat sistem audit internal untuk memastikan semua SOP dalam kasus tersebut bisa kita manage lebih baik. Dan kita akan menempatkan petugas quality insurance officer atau petugas pengawasan untuk memastikan SOP yang ditetapkan perusahaan agar lebih lancar," tutup dia.