Lapak Sepi, Pedagang Pasar Baru Bandung Demo soal Penutupan Jalan di Masa AKB

Pedagang dan PKL di Pasar Baru Bandung melakukan aksi demonstrasi di depan Pasar Baru atau tepatnya di Jalan Otista pada Senin (28/9). Demo dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan Jalan Otista dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB yang diperketat.
"Mereka protes tentang penutupan Jalan Otista," kata Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Baru Iwan Suhermawan pada kumparan melalui sambungan telepon.
Imbas penutupan jalan, Iwan mengatakan, lapak para pedagang begitu sepi. Alhasil, hampir 60 persen dari 5.200 lapak pedagang tutup karena kesulitan membayar service tax dan listrik yang dibebankan. Selain itu, pedagang juga terpaksa memberhentikan ribuan pegawainya.
"Luar biasa, berpengaruh sekali, sangat sepi. Kita ini kan sudah beberapa kali melakukan PSBB sampai Pasar Baru ditutup dan pedagang di sekitaran Otista juga tidak berniaga hampir empat bulan, itu semua pedagang hancur," ucap dia.
"Kemudian sejak akhir Juni kita diperbolehkan lagi buka lalu kita recovery, baru recovery kita sudah kesulitan seperti itu ditambah lagi dengan jalan ditutup, jadi semakin sulit," lanjut dia.
Sebagai tindak lanjut, Iwan berharap pemerintah kota merespons positif demo yang dilakukan oleh pedagang. Dia menilai percuma recovery ekonomi yang digalakkan pemerintah kota namun malah menerapkan penutupan jalan yang mengakibatkan ekonomi pedagang terimbas.
"Pemerintah kota sendiri jadi tidak konsisten di satu sisi ingin ada pemulihan ekonomi tapi di sisi lain melakukan langkah seperti ini," tutur dia.
Pihak perhimpunan bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah kota agar menunda kewajiban membayar service tax dan listrik. Diketahui, Pasar Baru Bandung dikelola Pemerintah Kota Bandung. Meski melakukan demo, pedagang tetap diimbau menerapkan protokol kesehatan agar tak terjadi penularan.
"Kami sedang melakukan langkah-langkah, kan (Pasar Baru) dikelola pemerintah kota. Kami sedang melakukan langkah agar pemerintah mendengarkan aspirasi kami untuk menunda pembayaran kewajiban service task dan listrik karena kami sudah kesulitan finansial," pungkas dia.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Bandung melakukan sistem buka tutup di lima ruas jalan untuk menekan angka kasus. Lima ruas jalan yang dimaksud antara lain Jalan Asia Afrika - Jalan Tamblong, Persimpangan Otistia dan Suniaraja, Jalan Purnawarman - Jalan Riau, Jalan Merdeka - Jalan Riau dan Jalan Merdeka - Jalan Aceh.
