Lapan: Batu Hitam yang Jatuh di Tapteng, Sumut, Diduga Meteor dan Tak Berbahaya

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan.

Sebuah batu hitam yang diduga meteor jatuh di samping rumah warga bernama Josua Hutagalung (33) di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Sabtu (1/8) sore.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa batu hitam itu benar meteorit.

"Tampaknya benar itu meteorit batuan," ungkapnya kepada kumparan Selasa, (4/8).

Menurut Thomas, setiap hari meteorit dengan berbagai ukuran berpapasan dengan bumi dan akhirnya masuk ke atmosfer bumi. Sebagian besar meteorit jatuh di lokasi yang jauh dari pemukiman.

"Jumlah batuan sisa pembentukan tata surya sangat banyak di antariksa. Sebagian besar meteorit jatuh di lokasi yang jauh dari pemukiman, seperti lautan, hutan, atau gurun," ungkapnya.

Thomas juga menambahkan, bila meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tersebut adalah fenomena yang langka. Karena batuan jatuh di dekat pemukiman warga.

Masyarakat juga diminta untuk tidak khawatir, karena benda luar angkasa tersebut adalah batu meteorit yang tidak mengandung radiasi, sama seperti jenis batuan di bumi.

"Tidak berbahaya, disarankan bisa disimpan sebagai bahan edukasi," pungkasnya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa batu hitam tersebut ditemukan setelah warga mendengar suara gemuruh dari langit yang diduga petir.

Batu hitam yang jatuh dari langit saat dipegang Josua Hutagalung dan istrinya, di kediamannya di Kecamatan Kolang, Tapanuli Tengah, Senin (3/8). Foto: ANTARA

Dilansir Antara, Selasa (4/8), Josua yang merupakan pembuat peti mati kaget melihat atapnya bocor dan didapati tanah samping rumahnya berlubang dengan kedalaman sekitar 15 cm, lokasi batu meteor itu jatuh.

"Kami yakin benda luar angkasa ini adalah sisa benturan meteor yang terjadi di angkasa dan jatuh ke bumi. Dan kami yakini batu ini adalah pertanda baik bagi kami dan juga bagi desa kami," pungkas Josua.

===

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

===

Saksikan video menarik di bawah ini.