LAPAN Bicara Tentang UFO

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi UFO. (Foto: pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi UFO. (Foto: pixabay.com)

Beberapa kejadian tentang munculnya benda terbang aneh yang tak dikenal berbentuk cakram kerap terjadi di Indonesia bahkan di belahan dunia lain. Tidak hanya terjadi baru-baru ini saja saat teknologi sudah semakin canggih, beberapa kejadian penampakan benda terbang aneh ini sudah pernah terekam sejak puluhan tahun silam.

Banyak laporan ataupun rekaman video maupun foto tentang fenomena yang kerap dianggap sebagai penampakan dari UFO (Unidentified Flying Object), yakni pesawat luar angkasa yang identik dengan alien dari planet lain saat mengunjungi Bumi.

Bentuk awan leticular menyerupai UFO. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk awan leticular menyerupai UFO. (Foto: Wikimedia Commons)

Kejadian ini tak ayal menuai banyak pro-kontra dari masyarakat, ada yang percaya bahwa penampakan itu adalah wujud dari pesawat luar angkasa milik alien, tak sedikit juga yang menyebutnya sebagai rekayasa semata atau hanya efek dari alam sekitar.

Daripada berdebat soal benar atau tidak adanya UFO, mari kita simak penjelasan dari Thomas Djamaluddin selaku ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

UFO, benda yang terbang di langit. (Foto: pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
UFO, benda yang terbang di langit. (Foto: pixabay.com)

Menurut Thomas, LAPAN sama sekali tidak membenarkan adanya UFO di dunia ini. Selain tidak adanya bukti kuat yang menunjukkan memang benar terjadi penampakan UFO atau alien, Thomas menuturkan bahwa fenomena terlihatnya benda asing yang tak dikenal itu hanyalah sebuah pseudosains.

Nah, pseudosains sendiri adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah. Hal ini pun sering disebut sebagai ilmu semu.

“Secara astronomi itu tidak ada yang namanya UFO, orang-orang yang katanya melihat penamakan itu biasanya terkecoh efek lensa, atau kejadian-kejadian alam di sekitarnya,” tutur Thomas saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Jumat (28/4).

Secara astronomi, tidak ada UFO.

Lebih lanjut ia menjelaskan fenomena-fenomena alam yang bisa jadi membuat orang-orang salah mengartikannya sebagai bentuk dari UFO. Seperti misalnya, terjadi lencticlar cloud yang merupakan awan berbentuk potongan kemudian berkumpul dan membentuk seperti piring terbang raksasa atau sesuatu seperti tumpukan miring di kue pancake. Hal ini menyebabkan terkadang kita salah mengira bentuk awan itu sebagai bentuk dari UFO.

[Baca juga: Deretan Penampakan Benda Asing yang Terekam di Langit Indonesia]

Ufo di Gunung Agung, Bali. (Foto: DOk. ufobeta.org)
zoom-in-whitePerbesar
Ufo di Gunung Agung, Bali. (Foto: DOk. ufobeta.org)

Selain awan, Thomas menuturkan bahwa formasi dari beberapa jenis burung saat terbang bersama sering kali mengecoh pengelihatan manusia sehingga mengira hal itu sebagai bentuk dari UFO. Tak hanya soal fenomena alam saja yang Thomas katakan bisa memanipulasi pengelihatan kita, aplikasi buah dari perkembangan teknologi pun sekarang ini bisa memanipulasi penglihatan kita.

“Banyak hal yang bisa menyebabkan mata terkecoh sehingga kita mengiranya sebagai bentuk dari UFO. Seperti bentuk awan dan juga formasi burung biasanya menyerupai piringan yang selama ini kita anggap UFO, dari aplikasi juga sekarang kan bisa. Orang-orang banyak yang ngedit foto pakai aplikasi macam-macam seolah foto tersebut memang ada UFO,” kata Thomas.

Mata terkecoh sehingga mengiranya UFO.

Selain itu, Thomas mengatakan LAPAN tidak pernah melakukan penelitian UFO di Indonesia karena menurutnya hal ini sama sekali tidak memiliki bukti ilmiah dan tidak termasuk dalam penelitian ilmiah. Fenomena ini hanya kejadian yang dibuat agar seolah-olah sama dengan ilmu pengetahuan agar terkesan masuk akal sehingga bisa diterima oleh orang banyak.

“Tidak pernah, LAPAN tidak pernah melakukan penelitian terkait hal ini karena memang ini bukan suatu penelitian ilmiah. Hanya pseudosains seperti yang saya katakan tadi, hanya mencocokkan tanpa bukti ilmiah yang pasti,” katanya.

LAPAN tidak pernah melakukan penelitian.

Menanggapi beberapa kejadian yang berhasil diabadikan oleh warga soal fenomena penampakan UFO, Thomas menganjurkan mereka untuk mengkonfirmasikannya kepada lembaga yang tepercaya agar mereka mendapat kepastian soal kejadian yang mereka alami. “Sampai hari ini tidak pernah ada laporan ke kami terkait penemuan UFO, kami mengimbau jika memang menemukan atau merekam kejadian yang dianggap sebagai fenomena UFO untuk mengkonfirmasi ke lembaga ahli dan terpercaya seperti LAPAN,” ujar Thomas.

Kamu sendiri bagaimana, percaya ada UFO?

[Baca juga: Kerlap-kerlip Benda Langit Aneh di BSD Tangsel]