Lapor Polisi via WhatsApp di Tambora: Tetangga Ribut pun Bisa Diketahui

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolsek Tambora Jakarta Barat, Kompol Putra Pratama. Foto: Polsek Tambora
zoom-in-whitePerbesar
Kapolsek Tambora Jakarta Barat, Kompol Putra Pratama. Foto: Polsek Tambora

Lapor polisi di Tambora, Jakarta Barat, itu mudah. Tinggal share di whatsapp grup, lalu direspons dan petugas polisi meluncur.

Kata Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama, ia bergabung dengan banyak grup WhatsApp di tingkat Kelurahan, untuk mempermudah dalam menerima informasi, agar bisa cepat diambil tindakan yang diperlukan jika terjadi gangguan Kamtibmas.

"Warga Tambora juga mengetahui nomor HP pribadi Kapolsek Tambora, sehingga informasi sekecil apa pun kita tahu, anak-anak yang berkumpul bawa senjata tajam, tetangga berantem sampai tiang listrik juntai, kita tahu semua," ujar Kompol Putra, Minggu (13/11).

Kompol Putra mengungkapkan, gangguan kerawanan yang kerap terjadi di wilayahnya yaitu pencurian kendaraan bermotor (ranmor), tawuran dan kebakaran.

Polsek Tambora, Jakarta Barat menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan patroli siber untuk menangkap potensi gangguan keamanan seperti aksi tawuran dan kejahatan lainnya. Foto: Polsek Tambora

Wilayah Kecamatan Tambora Jakarta Barat merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak se-Asia Tenggara, dengan jumlah penduduk mencapai 250.000 (data tahun 2019).

Sedang untuk mengantisipasi tawuran, Kompol Putra kemudian mempersiapkan sejumlah jurus, yakni preemtif (penangkalan) atau upaya persuasif dan preventif atau pencegahan.

Mengenai jurus preemtif, Kompol Putra mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki data orang-orang atau pelajar yang pernah bermasalah di wilayah hukum tambora.

"Data mengenai orang-orang yang bermasalah ini kami dapat dari sekolah-sekolah, maupun dari data Polsek Tambora mengenai mereka-mereka yang pernah tertangkap (aksi tawuran maupun kejahatan lain, red)," ungkapnya.

Adapun mengenai upaya preventif, ungkap Kompol Putra, pihaknya melakukan patroli konvensional di wilayah Tambora dan juga patroli siber, untuk memonitor adanya kerawanan misal rencana aksi tawuran atau kejadian lainnya di wilayah Kecamatan Tambora.

Selain itu, tindakan preventif lainnya yaitu dengan mengoptimalkan pos pantau yang dioperasikan setiap pukul 01.00 WIB dini hari, hingga pagi. Posko pantau itu dijaga oleh anggota Citra Bhayangkara dan Tiga Pilar, yaitu TNI, Satpol PP dan Polisi.

Polsek Tambora, Jakarta Barat menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan patroli siber untuk menangkap potensi gangguan keamanan seperti aksi tawuran dan kejahatan lainnya. Foto: Polsek Tambora

Diketahui, aksi tawuran akhir-akhir ini kerap dimulai dari janjian tawuran di sosial media, hingga aksi tawuran yang direncanakan dan dipublish melalui sosial media.

"Kami juga ikut bermedsos untuk memonitor, mencegah dan mengambil tindakan cepat. Misal dengan mereka tahu Kapolsek memantau kegiatan mereka di sosial media, itu akan mencegah terjadinya aksi tawuran," pungkasnya.

Kompol Putra berharap, dengan adanya tindakan preemtif hingga preventif, aksi kejahatan tawuran dan kerawanan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tambora khususnya, dan Jakarta Barat pada umumnya bisa diminimalisir.

Pasukan Citra Bhayangkara

Namanya Citra Bhayangkara. Mereka adalah para relawan yang bergabung dengan polisi, melakukan patroli malam di Tambora, Jakarta Barat.

"Anggota Citra Bhayangkara merupakan relawan, tanpa dibayar, tapi bekerja dengan ikhlas," tutur Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama, Minggu (13/11).

Citra Bhayangkara ini merupakan Pokdarkamtibmas yang terdiri atas tokoh masyarakat di Tambora. Mereka semua digandeng Putra untuk bersama-sama dengan polisi menjaga keamanan dan ketertiban Tambora.

Citra Bhayangkara ini berpatroli di lingkungan sekitar wilayah mereka. Bila terjadi suatu gangguan, mereka segera memberi kabar ke Polsek Tambora.

"Giat patroli bersama yang melibatkan Citra Bhayangkara di Polsek Tambora dilakukan setiap malam, dengan apel dimulai setiap pukul 22.00 WIB,"

Upaya meminimalisir gangguan dan ketertiban di Tambora bukan hanya dengan membentuk Citra Bhayangkara. Putra juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat dan patroli siber untuk menangkap potensi gangguan keamanan seperti aksi tawuran dan kejahatan lainnya.