Laporan PBB: Gara-gara Serangan Israel, Lebih 140 Ribu Warga Gaza Kabur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak-anak Palestina bereaksi ketika mereka memeriksa puing-puing reruntuhan di lokasi serangan Israel pada malam sebelumnya di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza, Minggu (23/3/2025). Foto: EYAD BABA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak Palestina bereaksi ketika mereka memeriksa puing-puing reruntuhan di lokasi serangan Israel pada malam sebelumnya di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza, Minggu (23/3/2025). Foto: EYAD BABA/AFP

PBB dalam laporan terbarunya mengungkap 140 ribu lebih warga Palestina kabur dari tempat tinggalnya di Gaza sejak pekan lalu. Peristiwa itu dipicu gelombang serangan Israel setelah berakhirnya gencatan senjata.

Per Selasa (25/3) total Israel sudah menyerang Gaza selama sembilan hari. Menurut badan urusan kemanusiaan PBB, OCHA, total warga yang terpaksa mengungsi semenjak Israel menyerang pada 18 Maret lalu mencapai 142 ribu jiwa.

“Mengungsi dengan hanya membawa beberapa barang pribadi, banyak orang kini tinggal di jalanan, sangat membutuhkan makanan, air minum, dan kebutuhan tempat tinggal,” kata OCHA dalam laporannya seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Warga Palestina yang mengungsi menaiki kereta kedelai saat mereka melarikan diri dari daerah-daerah di Jalur Gaza utara, menyusul perintah evakuasi militer Israel di Kota Gaza, Sabtu (12/10/2024). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS

OCHA menambahkan, ratusan ribu orang mengungsi karena berbagai faktor seperti perintah dari Israel, rumah yang hancur sampai rusaknya fasilitas serta infrastruktur sipil.

Menambahkan PBB, Kementerian Kesehatan di Gaza menyebut pada Rabu (26/3) serangan Israel menewaskan 39 orang. Mereka yang tewas termasuk anak-anak.

Dari laporan yang mereka terima, Kemenkes Gaza mengatakan serangan Israel mencakup wilayah Jabalia, Khan Younis sampai Rafah.

Di Jabalia, Israel menyerang sebuah rumah yang berisi warga sipil. Korban jiwa di sana termasuk seorang bayi berusia delapan bulan.

Kondisi tersebut diperparah dengan laporan sebanyak delapan pekerja kemanusiaan di Gaza yang merupakan warga asing, kehilangan nyawa akibat serangan Israel.