Laptop Jaksa Dicuri, KPK Klaim Sistem Sulit Dibobol
·waktu baca 2 menit

KPK tak menampik bahwa laptop jaksa yang dimaling di Yogyakarta itu berisi sejumlah file perkara. Namun, KPK mengeklaim bahwa sistem terkait perkara sudah diproteksi sedemikian rupa.
"Ya, kalau untuk berkas perkara, kan, sebenarnya sudah dilimpahkan ke pengadilan, ya. Kalau kemudian ini, apa, soft copy misalnya beberapa [dokumen penting - red] adalah, lah. Di laptop jaksa, kan, bagian dari penyidik-penyidik penuntut kan, tidak hanya perkara penuntutan saja," kata Ali kepada wartawan sesuai upacara Hari Bhakti KPK ke-20 di Ruang Juang Gedung Merah Putih KPK, Selasa (27/12).
"Tetapi sistem di KPK, kan, memang agak susah dibuka ya, dibobol, dijebol di laptopnya itu, kalau sistem sudah dibuat," sambung Ali.
Kendati laptop yang dicuri itu adalah barang yang sering dibawa ke persidangan dan menyimpan sejumlah dokumen, tapi Ali menegaskan tidak akan mengganggu proses penuntutan di pengadilan. Termasuk yang ditangani jaksa yang bersangkutan.
Ali menjelaskan, cara kerja jaksa penuntutan KPK adalah dengan kerja tim. Jadi, dokumen tidak hanya disimpan di satu jaksa, atau di satu perangkat jaksa saja.
Salah satu perkara yang ditangani oleh jaksa yang laptopnya dicuri itu ialah kasus dugaan suap mantan Wali Kota Yogya.
"Ya, tentu [tidak mengganggu proses peradilan], kan berkas perkara sudah dilimpahkan. Kemudian yang kedua, berkas perkara ini kan juga, ini ya, apa namanya, ada di tim, kan. Karena tidak sendiri, kan," terang Ali.
"Penyimpanannya tidak satu, karena, kan, di tim yang lain. Makanya persidangan tetap berjalan," tambahnya.
Adapun soal motif pencurian, apakah terkait dengan perkara yang ditangani jaksa yang bersangkutan atau tidak, masih dalam penyelidikan. Ali mengaku tidak ingin berspekulasi. Proses pencarian pelakunya juga kini diserahkan seluruhnya ke kepolisian.
"Nah, ini, kan, kejadian memang di luar dugaan, kan. Sehingga sekali lagi tidak bisa spekulasi terkait perkara atau tidak, sebelum kemudian pelakunya ditangkap," kata Ali.
Ali menambahkan, bila kemudian pelakunya sudah ditangkap, bisa digali soal motifnya. Apakah ada kaitan perkara yang sedang ditangani jaksa yang bersangkutan atau tidak.
"Kami sepenuhnya diserahkan ke kepolisian untuk melakukan penyelidikan, harapannya cepat ditemukan sehingga bisa diketahui apa yang menjadi motifnya. Karena ini jaksa, tentu laptopnya banyak perkara yang sedang ditangani, kan," imbuh Ali.
