Latihan Perang China Makin Agresif, Jet Tempur Lintasi Garis Median Selat Taiwan
·waktu baca 2 menit

China kembali melanjutkan latihan perangnya di sekitar Taiwan. Kali ini, angkatan militer Beijing mengerahkan jet tempur dan kapal perangnya melintasi garis median (tengah) Selat Taiwan.
Ini merupakan sebuah fenomena yang jarang terjadi sebelumnya. Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/8).
“Pada pukul 11.00 pagi, beberapa kumpulan pesawat tempur dan kapal perang Tiongkok melakukan latihan di sekitar Selat Taiwan dan melintasi garis median selat,” ungkap Kementerian Pertahanan Taiwan, seperti dikutip dari AFP.
Latihan perang China sudah berlangsung sejak Kamis (4/8), kemudian dijadwalkan akan berlangsung hingga Minggu (8/8) pekan ini.
Mengenai hal ini, Taiwan menanggapinya dengan dingin dan menilai latihan perang China sebagai tindakan yang provokatif.
“Latihan militer Tiongkok (China) ini — apakah itu meliputi peluncuran rudal balistik atau penyeberangan yang disengaja dari garis tengah selat — adalah tindakan yang sangat provokatif,” sambung isi pernyataan tersebut.
Sementara menurut Beijing, tindakan ini diambil sebagai respons atas kunjungan kontroversial Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada Selasa (2/8) pekan ini.
Beijing menganggap kehadiran Pelosi sebagai bentuk dukungan Washington terhadap kemerdekaan Taiwan.
Selama ini, Beijing sudah memberikan peringatan keras terkait rencana bahkan kedatangan Pelosi ke Taipei. Namun kecaman itu tak mengurungkan niat Pelosi untuk tetap melawat ke Taiwan, negara yang diklaim China sebagai bagian dari kedaulatannya.
Sebenarnya, inkursi atau serangan China di Selat Taiwan sudah sering terjadi sejak 2020, ketika Beijing menyatakan garis median antara kedua negara sudah tidak berlaku lagi.
Namun, belum pernah terjadi inkursi sesering ini. Sementara garis median yakni garis perbatasan tidak resmi yang membentang di tengah Selat Taiwan dan memisahkan antara teritori Taiwan dan China.
Sempitnya Selat Taiwan yang hanya 130 kilometer pada titik tertipisnya ini mengakibatkan inkursi China yang melintasi garis median menjadi lebih krusial dan sensitif. Sebab, risiko kecelakaan antar transportasi militer secara langsung meningkat.
Sejak dua tahun yang lalu, China telah meningkatkan inkursinya ke Zona Pertahanan Udara Taiwan (ADIZ).
Meskipun tidak sama dengan wilayah udara Taiwan, namun ADIZ mencakup wilayah yang lebih luas dan tumpang tindih dengan zona pertahanan udara China sendiri, bahkan meliputi beberapa daratan.
Ada peningkatan drastis dalam inkursi garis median di Selat Taiwan sejak China mengerahkan latihan perang terbesarnya untuk memprotes kunjungan Pelosi. Tercatat dari 49 inkursi yang dilaporkan Taiwan pada Rabu (3/8) dan Kamis (4/8), 44 di antaranya terdiri dari pesawat tempur China yang melintasi garis median.
