Layanan Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta Gratis

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Skytrain saat dibuka untuk penumpang (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Skytrain saat dibuka untuk penumpang (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada hari ini. Pada tahap awal, kereta tanpa masinis atau Automated People Mover System (APMS) akan beroperasi untuk melayani rute perpindahan penumpang dari terminal 2 ke terminal 3 dan sebaliknya.

Setiap harinya, layanan Skytrain dibagi dalam tiga sesi, yakni pada pukul 07.00 – 09.00 WIB, pukul 12.00 – 14.00 WIB, dan 17.00 – 19.00 WIB. Tapi itu untuk tahap awal saja. Nantinya Skytrain beroperasi 24 jam dan jadwalnya bisa dilihat dalam aplikasi Indonesia Airport di smartphone iOS dan android.

Jika ingin mencoba Skytrain, Anda cukup mendatangi shelter Skytrain yang ada di lantai 1 di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Adapun lintasan yang dilalui pada tahap awal ini adalah sepanjang 1.700 m dan kapasitas 1 set Skytrain yang terdiri dari 2 kereta ini adalah sebanyak 176 orang.

"Tahun ini bisa ke semua terminal Skytrainnya. Paling lambat sebelum 31 Desember 2017, kalau hitungan kami 15 Desember 2017 bisa digunakan gratis ke semua terminal," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (17/9).

Menurut Awal, pada tahap awal ini operasional Skytrain akan tetap menggunakan pengemudi hingga sekitar 6 bulan ke depan sebagai bagian dari familiarisasi dan sosialisasi kepada publik. Setelah itu, Skytrain akan beroperasi tanpa awak.

Sementara itu pada tahap selanjutnya Skytrain akan menghubungkan Terminal 3, Terminal 2, stasiun kereta bandara, dan Terminal 1 dengan total lintasan dual track mencapai 3.050 m atau sekitar 3 km. Saat beroperasi penuh, headway Skytrain ditetapkan setiap 5 menit dengan total waktu tempuh 7 menit.

Total nilai investasi proyek Skytrain ini mencapai sekitar Rp 950 miliar, di mana sebesar Rp 530 miliar digunakan untuk pengadaan trainset dan Rp 420 miliar untuk pembangunan lintasan.

Pengadaan trainset disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, sementara itu pembangunan lintasan beserta shelter oleh PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

“Skytrain ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara 3 BUMN yakni Angkasa Pura II, LEN Industri, dan Wika. Kami berharap sinergi ini dapat menjadi contoh bagi BUMN lainnya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri,” katanya.