Lebanon Sebut Hanya AS yang Mampu Hentikan Serangan Israel ke Hizbullah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib menghadiri konferensi pers bersama dengan diplomat tertinggi Uni Eropa, di kantor pusat kementerian di Beirut pada 12 September 2024. Foto: Joseph Eid/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bou Habib menghadiri konferensi pers bersama dengan diplomat tertinggi Uni Eropa, di kantor pusat kementerian di Beirut pada 12 September 2024. Foto: Joseph Eid/AFP

Lebanon menegaskan hanya Amerika Serikat yang bisa menghentikan serangan Israel ke Hizbullah — kelompok politik berpengaruh di Lebanon yang juga memiliki pasukan paramiliter. Lebanon turut pula melontarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Joe Biden.

Biden saat menyampaikan pidato di PBB di New York pada Selasa (24/9), menyinggung mengenai perang antara Hizbullah dan Israel. Biden hanya meminta pihak bertikai untuk tenang.

"Perang skala penuh bukan menjadi kepentingan siapa pun. Bahkan bila saat eskalasi situasi, solusi diplomatik tetap mungkin," kata Biden seperti dikutip dari Reuters.

video youtube embed

Menurut Menlu Lebanon Abdallah Bou Habib, komentar Biden tidak kuat dan tidak menjanjikan penyelesaian konflik.

AS satu-satunya negara yang bisa menciptakan perdamaian di Timur Tengah dan berkenaan dengan Lebanon, Washington adalah sekutu lama Israel dan pemasok terbesar senjata," kata Abadallah.

"AS adalah kunci bagi keselamatan kami," sambung dia.

Akibat serangan dua hari Israel (Senin-Selasa, 23-24 September) ke target Hizbullah di Lebanon, Kementerian Kesehatan setempat mengumumkan korban jiwa mencapai 500. Mereka yang nyawanya melayang termasuk 50 anak-anak.

Selain korban jiwa, Kementerian Kesehatan mengungkap ribuan orang lainnya menderita luka-luka. Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi akibat ancaman serangan Israel.

Roket yang ditembakkan dari Lebanon selatan dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel di atas Israel utara pada 23 September 2024. Foto: JALAA MAREY/AFP

Pada Selasa (24/9) Israel bahkan memperluas serangan ke Ibu Kota Beirut. Serangan menewaskan kepala pasukan rudal dan roket Hizbullah, Ibrahim Qubaisi.

Memburuknya situasi membuat Dewan Keamanan PBB berencana menggelar rapat darurat membahas Lebanon pada Rabu (25/9) waktu New York.

Anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL sedang berpatroli di perbatasan Libanon-Israel. Foto: UN Peacekeeping

Hizbullah yang didukung Iran berdiri pada 1982 sebagai reaksi atas pencaplokan wilayah Lebanon oleh Israel.

Saat ini, perbatasan Israel dan Lebanon dijaga oleh pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Indonesia juga mengirimkan lebih 1.000 personel untuk bergabung dengan UNIFIL.

kumparan post embed