Lebaran Tanpa Mudik, Sri Tetap Melayani di STPL Bekasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Di tengah kebahagiaan mudik dan merayakan Lebaran, banyak orang masih harus tetap bekerja. Seolah tak mengenal libur, mereka dengan sepenuh hati tetap melayani.

Seperti halnya Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Dia bersama tiga rekannya memilih tidak merayakan Idul Fitri di kampung halaman agar tetap dapat memberikan pelayanan kepada para penerima manfaat residensial di STPL Bekasi yang tidak mudik.

"Kami tidak mudik, tetap melayani teman-teman di sini yang juga tidak pulang,” ujar Sri di Bekasi.

Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Agar suasana hari raya juga terasa meski jauh dari keluarga, Sri bersama rekan-rekannya akan menyajikan menu khas lebaran. Dia berharap krasinya dapat menghibur para penerima manfaat. “Biasanya kalau lebaran kita masak opor, sambal kentang," jelasnya.

Selama bulan Ramadan, ia juga menyediakan makan untuk sahur dan berbuka bagi penerima manfaat yang menjalani ibadah puasa.

Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Menu yang disajikan pun beragam setiap harinya. Makanan yang dihidangkan juga tetap memperhatikan pemenuhan gizi. Sayur, lauk, buah, dan takjil selalu menjadi bagian dari sajian yang disiapkan agar para penerima manfaat tetap mendapatkan asupan bergizi seimbang.

Sri, petugas dapur Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kemensos di Bekasi. Foto: Dok. Kemensos

Setiap harinya, Sri dan petugas dapur lain menyiapkan makanan untuk 95 penerima manfaat residensial yang merupakan penyandang disabilitas.

Bagi mereka, menjadi petugas dapur tidak hanya sekedar memasak namun juga memberikan perhatian dan dukungan bagi penerima manfaat yang tinggal di sana. Terutama saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.