Lebih 1 Juta Jemaah Salat Jumat di Masjidil Haram pada Pekan Kedua Ramadan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah umrah salat Jumat di area mataf/sekeliling Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, 27/2/2026 Foto: X/@makkahregion
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah umrah salat Jumat di area mataf/sekeliling Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, 27/2/2026 Foto: X/@makkahregion

Memasuki pekan kedua Ramadan, semakin banyak umat Islam yang beribadah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Mengutip Al Arabiya, pada Jumat kedua bulan Ramadan, tepatnya pada Jumat, 27 Februari 2026, lebih 1 juta jemaah menunaikan salat Jumat di masjid terbesar di dunia itu. Mereka terdiri dari jemaah umrah maupun non-umrah dari dalam negeri dan mancanegara.

Jemaah umrah salat Jumat di area mataf Masjidil Haram, 27/2/2026. Foto: Dok. AlharamainSA
Jemaah salat Jumat di bagian dalam Masjidil Haram, 27/2/2025 Foto: X/@makkahregion

Area mataf yang berada di sekeliling Ka'bah, tampak memutih oleh jemaah umrah yang mengenakan kain ihram. Panas terik dalam keadaan menahan haus dan lapar tak menyurutkan semangat mereka untuk meraih tempat favorit di pelataran suci ini.

Mereka berbaris rapi sesuai saf, memperlihatkan suasana yang memukau dan menggugah iman.

Jemaah umrah berdoa dalam salat Jumat di Masjidil Haram, 27/2/2026. Foto: Dok. AlharamainSA

Di bagian dalam masjid yang terdiri dari beberapa lantai juga dibanjiri jemaah, juga area rooftop. Yang "kesiangan" datang, maka harus berpuas diri salat Jumat di trotoar pinggir jalan di luar halaman masjid.

Isi Khotbah Jumat

Adapun imam dan khatib salat Jumat ini adalah Syekh Abdulrahman Al-Sudais yang terkenal dengan suara khasnya yang merdu. Ulama yang pernah berkunjung ke Indonesia ini menjabat Kepala Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Syekh Abdulrahman Al-Sudais membacakan khotbah Jumat di Masjidil HaramMasjidil Haram, 27/2/2026. Foto: Dok. AlharamainSA

Dalam khotbahnya, Al-Sudais memberikan pesan tentang keutamaan Ramadan, yaitu:

  • Transformasi Spiritual: Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momen untuk membersihkan hati dari dengki, membasahi lisan dengan zikir/membaca Al-Quran, dan menghentikan kebiasaan dosa.

  • Akhlak dan Sosial: Fokus utama bulan ini adalah memperbaiki hubungan antarmanusia melalui sikap saling memaafkan, berprasangka baik, menyambung silaturahmi, serta mengedepankan sikap moderat (wasathiyah).

Aparat keamanan berjaga di tengah salat Jumat di Masjidil Haram, 27/2/2026. Foto: X/@security_gov
  • Kedermawanan Nyata: Meneladani Rasulullah ﷺ dengan meningkatkan kepedulian sosial, membantu mereka yang membutuhkan, dan memberi kemudahan bagi sesama sebagai bentuk syukur atas nikmat Ramadan.

  • Dampak Berkelanjutan: Menjadikan ibadah Ramadan sebagai "sekolah" untuk membentuk karakter yang disiplin dan positif yang dampaknya tetap terjaga sepanjang tahun, bukan hanya saat bulan puasa berakhir.

  • Tujuan Hakiki (Takwa): Mengingat kembali bahwa target utama dari seluruh rangkaian ibadah (puasa, salat malam, iktikaf) adalah pencapaian derajat takwa dan penjagaan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.