Ledakan Bom Paket di Monako Lukai Oligarki Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi di belakang perimeter keamanan di sebuah jalan setelah ledakan yang terjadi di sebuah gedung apartemen di Monaco, dekat perbatasan dengan Prancis pada 29 Juni 2026. Foto: Valery Hache/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Polisi di belakang perimeter keamanan di sebuah jalan setelah ledakan yang terjadi di sebuah gedung apartemen di Monaco, dekat perbatasan dengan Prancis pada 29 Juni 2026. Foto: Valery Hache/AFP

Ledakan bom dari sebuah paket dilaporkan melukai seorang oligarki Ukraina dan dua orang lainnya pada Senin (29/6). Insiden seperti ini belum pernah terjadi di Kerajaan Monako yang dikenal sebagai negara dengan tingkat keamanan tinggi.

Otoritas Monako mengungkapkan, korban luka terdiri atas sepasang suami istri dan seorang remaja. Ledakan terjadi di sebuah bangunan yang berada di perbatasan Prancis dan Monako.

Petugas polisi Monaco berpatroli di dekat lokasi ledakan di sebuah gedung apartemen di Monaco, dekat perbatasan Prancis, pada 29 Juni 2026. Foto: Valery Hache/AFP

Seorang sumber di Monako mengungkapkan bahwa oligarki Ukraina yang menjadi korban luka adalah Vadym Yermolaiev.

Yermolaiev dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Ukraina. Ia juga diketahui telah lama menetap di Monako.

Sejak Desember 2023, Yermolaiev dijatuhi sanksi oleh Pemerintah Ukraina karena bisnis minuman kerasnya di Crimea, wilayah yang saat ini diduduki Rusia.

Adapun penguasa Monako, Albert II, mengecam insiden tersebut. Ia menyebut ledakan itu sebagai kejahatan yang keji.

"Ini membuat seluruh masyarakat Monako terkejut," ujar Pangeran Albert II, seperti dikutip AFP.

Saat ini, otoritas Monako yang dibantu Prancis tengah menyelidiki insiden tersebut. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, berjanji akan memburu pelaku serangan bom tersebut.