Ledakan di Jembatan Krimea-Rusia Berasal dari Gerbong Kereta Pengangkut BBM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan api di jembatan Kerch saat matahari terbit di Selat Kerch, Krimea, 8 Oktober 2022. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan api di jembatan Kerch saat matahari terbit di Selat Kerch, Krimea, 8 Oktober 2022. Foto: Reuters

Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia mengungkap awal mula terjadinya ledakan besar di jembatan penghubung Rusia-Semenanjung Krimea, Jembatan Kerch, pada Sabtu (8/10).

Pihaknya mengatakan, ledakan berasal dari salah satu gerbong kereta pembawa tangki BBM yang menuju ke Krimea.

“Sebuah tangki bahan bakar yang datang dari Semenanjung Taman meledak di bagian rel kereta api Jembatan Krimea pada pukul 6:07 pagi hari ini, menyebabkan tujuh gerbong tangki berisi bahan bakar yang sedang diangkut kereta api menuju ke Semenanjung Krimea terbakar. Dua bentang jembatan jalan sebagian runtuh,” kata komite tersebut, seperti dikutip dari TASS.

Jembatan Krimea memiliki jalur paralel, meliputi jalur rel kereta api dan jalan raya.

Menurut laporan pihak berwenang, dua bagian jembatan jalan raya telah sebagian runtuh. Namun, lengkungan pelayaran yang membentang di Selat Kerch, jalur air yang dilalui kapal-kapal antara Laut Hitam-Laut Azov, masih utuh.

Pemandangan api di jembatan Kerch saat matahari terbit di Selat Kerch, Krimea, 8 Oktober 2022. Foto: Reuters

Menurut laporan awal, ledakan diduga berasal dari bom mobil.

“Hari ini pukul 06.07 pagi (0307 GMT) di sisi lalu lintas jalan dari jembatan Krimea sebuah bom mobil meledak, membakar tujuh kapal tanker minyak yang sedang diangkut dengan kereta api menuju Krimea,” lapor Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia dalam sebuah pernyataan,” seperti dikutip dari AFP.

Lebih lanjut, Kementerian Darurat Rusia melaporkan kobaran api sudah berhasil dipadamkan. Namun, akses lalu lintas di sekitar jembatan ditutup, sehingga otoritas setempat terpaksa mengarahkan transportasi menggunakan kapal feri.

Komite itu melaporkan, hingga saat ini terdapat tiga korban jiwa akibat ledakan itu. “Mereka diyakini sebagai penumpang mobil yang berada di dekat truk yang meledak. Mayat dua korban, seorang pria dan seorang wanita, telah ditemukan dari air dan identitas mereka sedang ditetapkan,” ujar mereka.

Terkait peristiwa yang terjadi sehari usai hari ulang tahun ke-70 nya itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menginstruksikan pembentukan komisi khusus guna menyelidiki penyebab pasti terjadinya ledakan.

Didalangi oleh Ukraina?

Tak lama setelah ledakan terjadi, pihak Ukraina turut berkomentar soal insiden itu di Twitter. Penasihat kepresidenan Ukraina, Mikhail Podolyak, mengatakan ledakan di Jembatan Kerch hanyalah ‘awalan’, namun ia tidak secara langsung menyebut Ukraina sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Krimea, jembatan, permulaan. Segala sesuatu yang ilegal harus dihancurkan, segala sesuatu yang dicuri harus dikembalikan ke Ukraina, segala sesuatu yang diduduki oleh Rusia harus diusir,” cuit Podolyak.

Jembatan semenanjung krimea-rusia. Foto: Alexey Nikolsky/AFP

Tidak berhenti di situ saja. Kepala Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Oleksiy Danilov, juga turut berkomentar serupa.

Di akun media sosialnya, ia memposting sebuah video jembatan terbakar diiringi video Marilyn Monroe yang menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun, Bapak Presiden’.

Mengutip perkataan Ketua Dewan Negara Republik Krimea, Vladimir Konstantinov, Interfax melaporkan bahwa secara tidak langsung Krimea telah membenarkan bahwa Ukraina adalah dalang di balik insiden itu.

“Pengacau Ukraina berhasil meraih jembatan Krimea dengan tangan berdarah mereka,” kata Konstantinov.

Pemandangan menunjukkan tangki bahan bakar terbakar dan bagian jembatan Kerch yang rusak di Selat Kerch, Krimea, Sabtu (8/10/2022). Foto: Stringer/Reuters

“Mereka sekarang memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Dalam 23 tahun kegiatan ekonomi mereka, mereka gagal membangun sesuatu yang layak diperhatikan di Krimea, tetapi (sekarang) mereka telah berhasil merusak jalan jembatan Rusia,” imbuhnya.

Rusia mencaplok Krimea pada 2014 dan meresmikan jembatan paralel sepanjang 19 km itu empat tahun kemudian. Jembatan Krimea membentang melintasi Selat Kerch dan menghubungkan Krimea dengan daratan Rusia.

Dalam operasi militernya di Ukraina saat ini, jembatan tersebut menjadi rute pasokan penting bagi pasukan Rusia yang telah menguasai sebagian besar wilayah selatan Ukraina yang baru-baru ini dicaplok, yaitu Provinsi Kherson.