Ledakan di Pabrik Dirgantara Korea Selatan, 5 Pekerja Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ledakan. Foto: Richard Spiller/EyeEm/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ledakan. Foto: Richard Spiller/EyeEm/Getty Images

Ledakan terjadi di fasilitas milik perusahaan pertahanan dan dirgantara Korea Selatan (Korsel), Hanwha Aerospace, di Kota Daejeon pada Senin (1/6). Insiden tersebut menewaskan lima orang pekerja dan melukai dua lainnya.

Menurut otoritas pemadam kebakaran Daejeon, laporan ledakan diterima sekitar pukul 11.00 waktu setempat di pabrik Hanwha Aerospace yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Seoul.

Mengutip AFP, Hanwha Aerospace merupakan salah satu perusahaan pertahanan terbesar di Korsel yang memproduksi berbagai sistem persenjataan, artileri, hingga komponen dirgantara dan antariksa.

Fasilitas di Daejeon diketahui berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi persenjataan canggih, termasuk sistem roket dan teknologi luar angkasa.

Seorang petugas polisi mengamankan area di depan gerbang utama pabrik Hanwha Aerospace yang terbakar setelah terjadi ledakan, di Daejeon, Korea Selatan, Senin (1/6/2026). Foto: YONHAP NEWS AGENCY via REUTERS

CEO Hanwha Aerospace, Son Jae-il, mengatakan ledakan diduga terjadi saat proses pembersihan peralatan yang digunakan dalam produksi bahan bakar roket.

"Dalam proses ini, material yang bersifat eksplosif bisa saja masih tertinggal pada peralatan, dan terdapat prosedur untuk membersihkan sisa-sisa tersebut. Kami menduga kecelakaan terjadi pada tahap proses ini," kata Son dalam konferensi pers.

Ia menegaskan perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja.

"Kami akan menangani kecelakaan ini dengan sangat serius dan melakukan peninjauan serta perbaikan mendasar terhadap sistem keselamatan perusahaan agar insiden seperti ini tidak pernah terulang," ujarnya.

Hingga kini penyebab pasti ledakan masih diselidiki oleh otoritas Korea Selatan.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, partai-partai politik utama di Korsel sepakat meniadakan penggunaan lagu kampanye dan pertunjukan koreografi selama masa kampanye menjelang pemilihan lokal yang akan digelar pada Rabu (3/6).