Letjen TNI Dudung: Gatot Nurmantyo Lakukan Tudingan Keji Kostrad Disusupi PKI

27 September 2021 21:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
Gatot Nurmantyo berbicara di Dialog Nasional Reuni 212, Rabu (12/2). Foto: Dok. Youtube Front TV
zoom-in-whitePerbesar
Gatot Nurmantyo berbicara di Dialog Nasional Reuni 212, Rabu (12/2). Foto: Dok. Youtube Front TV
ADVERTISEMENT
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman geram. Musababnya isu Kostrad disusupi PKI mencuat lantaran mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebar kabar soal pembongkaran patung diorama Soeharto, Sarwo Edhie, dan AH Nasution.
ADVERTISEMENT
"Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa kami melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, itu sama sekali tidak benar," tegas Letjen TNI Dudung dalam siaran pers, Senin (27/9).
Dudung membeberkan, penarikan diorama patung itu atas permintaan eks Pangkostrad Letjen TNI (Purn) AY Nasution karena alasan agama.
"Saya dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu," tegasnya.
Kunjungan kerja Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman ke Batalyon Zipur 9 Kostrad. Foto: Dok. Kostrad
Jadi kata dia, isu yang disebar Gatot Nurmantyo soal dugaan Kostrad disusupi PKI tidak benar.
"Seharusnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo selaku senior kami di TNI, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepada kami, selaku Panglima Kostrad. Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa," urai dia.
ADVERTISEMENT