Letkol Luluk, Pilot Pesawat Tempur T-50i yang Tergelincir di Madiun, Meninggal

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo. Foto: Dok. TNI AU
zoom-in-whitePerbesar
Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo. Foto: Dok. TNI AU

Kabar duka datang dari TNI AU. Salah seorang pilot penerbang pesawat tempur T-50i Golden Eagle yakni Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo meninggal dunia.

Luluk meninggal setelah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Ia dirawat setelah terlibat kecelakaan saat melaksanakan latihan di Lanud Iswahjudi, Madiun, pada 10 Agustus lalu.

"TNI AU berduka, salah satu penerbang pilot pesawat T-50i Golden Eagle yang tergelincir di Madiun, meninggal dunia usai menjalani perawatan RSPAD Gatot Soebroto," kata Kadispen TNI AU Marsma Fajar Adriyanto kepada wartawan.

Dalam kecelakaan itu, selain Luluk Teguh Prabowo seorang penerbang lainnya Lettu Pnb Muhammad Zacky terluka dalam peristiwa itu. Pesawat latih T-50i Golden Eagle yang mereka bawa tergelincir.

Pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU tipe T-50 mengawal kedatangan rombongan Pawai Bendera atau Flag Relay di Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Adhim/kumparan

Fajar mengatakan, rencananya Letkol Luluk akan dimakamkan di Madiun. Ia meninggalkan seorang istri bernama Dwi Purwanti dan dua anak yaitu Vandanu Wistara Putra Prabowo dan Nadira Kirana Prameswari.

"Jenazah akan dimakamkan di Madiun, kota kelahirannya," ucap dia.

Letkol Pnb Anumerta Luluk lahir di Magetan pada 23 April 1982. Almarhum merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Udara tahun 2003.

Fajar mengatakan, saat kecelakaan terjadi, Luluk berpangkat Mayor. Atas kejadian itu, TNI AU memberikan penghargaan dengan menaikkan satu tinggi pangkatnya menjadi Letkol.

"Negara memberikan penghargaan kepada Luluk "Wiggler" Teguh dengan menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Letkol Anumerta," tutup dia.