Lewat Rehabilitasi Irigasi Tersier, Kementan Dukung Ketersediaan Air Rancaekek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kementan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Foto: Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Kementan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Foto: Kementan RI

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT). Upaya ini dilakukan guna memastikan air tersedia untuk pertanian.

"Air adalah masalah yang sangat penting. Dan pertanian sangat membutuhkan air agar mendapatkan tanaman yang berkualitas. Dengan RJIT, Kementan memastikan lahan pertanian mendapat pasokan air yang cukup," kata Mentan Syahrul Yasin Limpo, Senin (19/9).

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil menjelaskan, program RJIT memberi manfaat yang luar biasa bagi produktivitas pertanian.

"Dengan RJIT, Kementerian Pertanian mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat. Sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Jadi ketahanan pangan juga terjaga," paparnya.

Kementan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Foto: Kementan RI

Menurut Ali, melalui program RJIT, luas lahan yang teraliri air harus bisa ditingkatkan. "Petakan lahan sawah yang teraliri air harus lebih banyak dari sebelumnya. Sehingga produksi juga bisa meningkat," terangnya.

Salah satu kegiatan RJIT Kementan berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Tani Sugih.

"RJIT ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan bersama. Oleh sebab itu, petani harus sama-sama menjaga jaringan irigasi yang telah direhabilitasi tersebut," tutur Ali.