LHKPN Wahyudin Morindu yang Sebut 'Rampok Uang Negara' Minus Rp 2 Juta
ยทwaktu baca 3 menit

Wahyudin Moridu tengah ramai diperbincangkan publik. Pria yang kini dipecat dari anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu disorot karena pernyataannya ingin merampok uang negara.
Dalam video itu, Wahyudin terlihat sedang mengendarai mobil, ditemani oleh seorang wanita di sebelahnya.
Saat itu, sambil tertawa, dia mengatakan, "Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan, kita habiskan aja biar negara ini makin miskin."
Ketika video itu viral, publik pun mengkritiknya. Dampaknya, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, memecat Wahyudin dari keanggotaan partai. Wahyudin pun akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari posisinya sebagai anggota dewan.
Sebelum viral, sebagai anggota legislatif, dia melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Terakhir, dia lapor pada 26 Maret 2025 untuk tahun periodik 2024, sebagai Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Provinsi Gorontalo.
Dalam laporan itu tercatat sebagai berikut:
Harta
Tanah dan bangunan warisan seluas 2.000 meter di Boalemo Rp 180 juta.
Kas setara Rp 18 juta.
Utang
Utang hingga Rp 200 juta.
Tidak ada laporan kepemilikan mobil, motor, harta bergerak lainnya hingga surat berharga.
Sehingga, total harta dia yang dilaporkan adalah minus Rp 2 juta.
Laporan itu bukan yang pertama. Dia kerap lapor LHKPN ke KPK. Dia pernah lapor harta kekayaan pada 2018 sebagai calon anggota DPRD dengan nilai Rp 635 juta. Setelah itu, semenjak terpilih, dia lapor harta kekayaan yang selalu minus. Pada 2019 sebesar minus Rp 159 juta; 2020 minus Rp 86 juta; 2021 minus Rp 97 juta; pada 2022 minus 415 juta.
Pada 2023 sempat positif Rp 18 juta sebelum akhirnya pada 2024 minus lagi sebesar Rp 2 juta.
Ngaku Tak Sadar dan Minta Maaf
Ketua BK DPRD Gorontalo, Fikram Salilama, mengungkapkan bahwa Wahyudin mengaku dirinya memang mengucapkan kalimat tersebut. Namun, Wahyudin ngaku tak sadar ucapannya itu direkam hingga kemudian beredar luas.
"WM [Wahyudin Moridu] mengakui bahwa benar dirinya yang berada dalam video tersebut, namun tidak menyadari bahwa perlakuannya telah direkam hingga disebarluaskan oleh teman wanitanya," ujar Fikram kepada wartawan, di Gorontalo, dikutip dari Antara, Sabtu (20/9).
Menurut pengakuan Wahyudin, video tersebut terjadi pada Juni 2025. Namun, kata Fikram, Wahyudin mengaku terkejut saat melihat rekaman tersebut viral pada Jumat (19/9) sore.
Saat diklarifikasi secara langsung oleh BK DPRD Gorontalo, Wahyudin juga mengakui bahwa dirinya dalam kondisi tidak sadar saat mengucapkan kata-kata dalam video tersebut.
Selain itu, sebelumnya Wahyudin juga mengaku tengah mengkonsumsi minuman beralkohol sejak malam hari dan berlanjut hingga pagi hari.
Bahkan, ia juga mengakui ada botol kemasan minuman beralkohol di dalam mobilnya saat dalam perjalanan menuju Bandara Djalaluddin Gorontalo bersama teman wanitanya.
Wahyudin pun menyampaikan klarifikasi dan menyatakan permohonan maaf. Pernyataan itu disampaikannya lewat video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @wahyumoridu, pada Jumat (19/9) kemarin. Dalam video itu, ia tampak didampingi istrinya, Megawati Nusi.
"Saya, Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bersama ini saya didampingi istri saya, Megawati Nusi. Dengan ini, atas nama pribadi dan keluarga, saya memohon maaf atas video yang telah diviralkan di media TikTok beberapa waktu lalu," kata Wahyudin.
